BolaSkor.com - Bursa transfer musim dingin kali ini tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dunia - termasuk Eropa - saat ini menjalani krisis di tengah pandemi virus corona yang sudah berlangsung setahun lebih.

Virus bernama Covid-19 itu memiliki dampak besar juga kepada dunia sepak bola, khususnya finansial klub-klub Eropa. Tak heran hal tersebut berpengaruh besar kepada perubahan yang berpotensi terjadi di bursa transfer musim dingin.

Jangan berharap bursa transfer musim dingin yang dibuka pada Januari ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Transfer masih terjadi antar klub tapi tidak sesibuk musim-musim sebelumnya.

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Naik, Premier League Kembali Digelar Tanpa Penonton

COVID-19 Bawa Efek Buruk ke Tubuh Kai Havertz

Kondisi Finansial Chelsea: Tetap Untung di Tengah Pandemi Virus Corona

Berikut BolaSkor.com menganalisis lima hal berbeda dari bursa transfer musim dingin 2021, bursa transfer yang dibuka di tengah pandemi virus corona:

1. Pemain Pinjaman

Carles Alena dipinjamkan Barcelona ke Getafe

Transfer dalam bentuk pinjaman akan lebih banyak terjadi pada Januari ini. Skema itu jadi solusi ideal bagi klub-klub yang ingin berhemat tapi butuh pemain baru. Setidaknya hal yang mereka keluarkan jika menemui kesepakatan adalah pembayaran gaji pemain.

Meminjam pemain juga dapat membantu klub yang sangat membutuhkan pemain baru untuk mengejar target di akhir musim, baik itu pinjaman hingga akhir musim atau opsi pembelian permanen di akhir kesepakatan.

2. Sepinya Kesibukan di Bursa Transfer Pemain

Transfer diprediksi pasif pada pandemi virus corona

Ini perbedaan yang akan sangat terlihat pada bursa transfer musim dingin kali ini. Dampak Covid-19 yang besar kepada klub-klub Eropa membuat transfer pemain yang melibatkan nominal besar kecil terjadi Januari ini.

Potensi transfer dengan uang besar terjadi cukup kecil, kecuali jika ada satu atau dua klub yang sudah sangat menginginkan pemain tertentu untuk ditransfer Januari ini. Klub penjual punya posisi kuat untuk menjual pemain mereka dengan harga tinggi.

3. Premier League Jadi Tim Paling Boros

Tim-tim Premier League punya daya beli yang kuat

Akibat pandemi aktivitas transfer di musim panas 2020 turun drastis. Menurut analisis LaLiga jumlah pembelian klub-klub Spanyol di dua divisi turun sebanyak 66 persen dibanding musim panas 2019.

Apa yang terjadi di LaLiga serupa dengan Serie A, Bundesliga, dan Ligue 1. Akan tapi Premier League berbeda. Hal itu bisa dilihat dari belanja transfer besar-besaran yang dilakukan Chelsea kala merekrut Kai Havertz dan Timo Werner.

Menilik hal tersebut bukan tak mungkin Chelsea - dan juga klub Premier League lainnya - paling aktif belanja pemain pada Januari ini. Transfer terbesar pada Januari 2021 bisa jadi pecah dari klub Premier League.

4. Harga Murah Pemain

Sebastien Haller dijual West Ham ke Ajax Amsterdam

Berkurangnya pemasukan tanpa ada penonton di dalam stadion serta siaran televisi akan memaksa klub mencari cara lain menghasilkan uang. Salah satunya adalah menjual pemain yang diminati klub lain, punya gaji besar, atau jarang main di klub.

Dalam hal tersebut klub-klub dari Ligue 1, divisi Championship, Bundesliga, atau Eropa lainnya selain Premier League dapat menjual pemain. Jika diperlukan dijual pada harga murah agar klub-klub peminat dapat membeli mereka di harga yang terjangkau.

5. Tanpa Transfer Besar

Bruno Fernandes

Mengakumulasikan keempat poin di atas maka Anda jangan berharap banyak adanya rekrutan dengan nama besar atau angka yang besar pada Januari ini. Transfer seperti Virgil van Dijk ke Liverpool, Bruno Fernandes ke Manchester United, Philippe Coutinho ke Barcelona cukup sulit terjadi.

Kembali lagi hal itu sulit terjadi karena pandemi virus corona yang memengaruhi finansial klub, berujung kepada kurangnya daya beli klub-klub Eropa. Hanya beberapa klub yang 'pintar' mengelola keuangan yang dapat melakukan transfer besar Januari ini.