BolaSkor.com - Selang beberapa hari dari pecahnya rekor berusia 42 tahun milik Wolverhampton Wanderers di Old Trafford, markas Manchester United di Premier League, Wolves membuat kejutan lainnya.

Tanpa adanya rumor sebelumnya, Wolves sukses mengamankan servis gelandang asal Jepang Hayao Kawabe. Dikutip dari The Athletic, Kawabe diboyong sebesar 500.000 poundsterling dari klub Swiss Grassshopper Zurich dan dikontrak tiga setengah tahun.

Harga yang relatif murah tapi dengan potensi perkembangan yang bagus dari pemain. Begitulah diyakini oleh The Athletic.

Baca Juga:

Tim Premier League Paling Menderita karena Piala Afrika

Kieran Trippier Mengawali Evolusi Newcastle United

Pendribel Terbaik di Eropa Saat Ini, Bukan Lionel Messi atau Neymar

"Secara natural, Hayao seorang pemain yang telah kami banyak saksikan dan dia tampil dengan sangat baik musim ini," ucap Direktur Teknik Wolves, Scott Sellars.

Dengan banyaknya pemain dari Portugal di Wolves, keputusan klub merekrutnya cukup menjadikan Kawabe sebagai pemain yang spesial. BolaSkor.com coba mengulik sejumlah informasi menarik mengenai Kawabe yang semakin meramaikan pemain dari Asia yang berkarier di Eropa dan juga Premier League.

1. Perjalanan Menuju Eropa

Melihat pemain dari Jepang dan Korea Selatan bermain di Eropa memang tidak aneh lagi, mengingat betapa majunya sepak bola di dua negara Asia tersebut. Tapi tetap saja tidak mudah menembus Benua Biru jika talenta Anda tidak cukup bagus.

Kawabe adalah produk akademi klub J1 League, Sanfrecce Hiroshima yang promosi pada 2013 setelah gabung pada 2008. Kawabe jarang main di sana hingga dipinjamkan ke Jubilo Iwata.

Pasca kembali ke Hiroshima, Kawabe lebih berpengalaman dan mencatatkan sembilan gol hingga 15 assists dari 151 laga. Klub terkenal dari Swiss Grasshoppers Zurich pun datang dan merekrutnya pada 2021. Hanya butuh waktu semusim sebelum Wolves terpikat kepadanya dan merekrutnya.

2. Permainan

Kawabe (26 tahun) sudah merepresentasikan pesepak bola modern dengan kemampuannya bermain di banyak posisi, dari gelandang bertahan, tengah, hingga gelandang serang di belakang penyerang.

Kontrol bola bagus, kualitas teknik, operan dan visi bermainnnya jadi nilai plus. Itu juga yang membuat Wolves kepincut dengannya mengingat gelandang Wolves, Joao Moutinho tak lagi muda.

“Dia adalah pemain lini tengah yang ofensif, sangat energik, sangat sibuk, dan memiliki kualitas yang bagus. Dia benar-benar bersinar di Grasshoppers tahun ini, dan dia adalah salah satu alasan utama mereka tampil dengan sangat baik," tambah Sellars.

"Karena kriteria GBE untuk merekrut pemain internasional, Hayao adalah pemain yang memenuhi syarat untuk menandatangani kontrak dengan klub Inggris bulan ini, tetapi mungkin tidak di masa depan, itulah sebabnya kami rekrut sekarang untuk mengonfirmasi penandatanganannya."

3. Karier Internasional

Kawabe merupakan mantan pemain timnas Jepang U-17 dengan empat caps. Dia tak bermain di usia muda lainnya, tapi justru langsung menembus timnas senior Jepang pada 2021 kala ia membela Grasshoppers.

Debutnya dimainkan pada 25 Maret 2021 pada laga uji coba melawan Korea Selatan. Sampai saat ini Kawabe sudah punya empat caps dan torehan satu gol kala melawan Tajikistan di Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Juni 2021.

4. Rencana Masa Depan Wolves

Wolves cukup unik dalam cara mereka merekrutnya. Pertama, Kawabe akan menghabiskan sepanjang Januari 2021 dengan Wolves sebelum kembali ke Grasshoppers di sisa musim 2021-2022.

Grasshoppers merekrut Kawabe dari Hiroshima sebesar 1,17 juta poundsterling, lalu Wolves membelinya seharga 500.000 poundsterling. Harga yang relatif murah dengan potensi perkembangan dari sang pemain.

5. Laga Terbaik Hayao Kawabe

Menilik data dari SofaScore, laga terbaik Kawabe musim ini justru hadir ketika Grasshoppers kalah 2-3 dari Servette. Kawabe bermain sebagai gelandang tengah pada formasi 3-4-1-2 dan menorehkan satu gol.

Catatan lainnya adalah 33 operan berhasil, menyelesaikan empat bola lambung, dua kali interceptions, satu tekel, dan satu blok bola.

Sementara dengan timnas Jepang terjadi ketika Kawabe bermain sebagai satu dari dua gelandang pivot (gelandang jangkar) pada formasi 4-2-3-1. Kontra Kyrgysztan Kawabe punya catatan satu assist, 99 sentuhan bola, akurasi operan bola 94 persen, satu operan kunci, kesuksesan dribel bola 100 persen, dan tiga interceptions.

Dengan banyaknya pemain Wolves absen dan positif virus corona, bantuan dari Kawabe sepanjang Januari ini dibutuhkan oleh sang manajer Bruno Lage.