BolaSkor.com - Sebagai salah satu liga terbaik di dunia, Premier League kerap melahirkan kejutan. Sejumlah juara bertahan tak luput dari fenomena ini.

Premier League mulai diperkenalkan sebagai kompetisi kasta tertinggi sepak bola di Inggris pada musim 1992-1993. Liga ini menggantikan divisi utama yang sebelumnya memegang status tersebut.

Salah satu perbedaan Premier League dan divisi utama terletak pada bidang bisnisnya. Klub-klub peserta dalam kompetisi ini berstatus sebagai pemegang saham.

Baca Juga:

6 Penyerang yang Jadi Pahlawan Kemenangan di Derby Manchester

Ozan Kabak Cedera, Jurgen Klopp Makin Pening

Catatan Impresif Chelsea Sejak Dilatih Thomas Tuchel

Premier League secara perlahan menjelma menjadi liga terbaik di Eropa. Persaingan yang kompetitif dan bertaburnya banyak pemain bintang merupakan alasannya.

Kisah dan drama menarik juga menjadi bumbu yang sering mewarnai gelaran Premier League. Mulai dari lahirnya pemain bintang hingga tim-tim kuda hitam yang mampu menggondol gelar juara.

Namun kisah tragis juga pernah mewarnai lima tim yang berstatus juara bertahan. Berikut rangkumannya:

1. Blackburn Rovers (1995-1996)

Alan Shearer gagal membawa Blakcburn berprestasi pada musim 1995-1996.

Blackburn Rovers membuat kejutan besar pada gelaran Premier League 1994-1995 usai merebut gelar juara. Mereka mengungguli Manchester United di peringkat kedua dengan selisih satu poin saja.

Torehan ini menjadi sebuah pembuktian bagi Blackburn yang semusim sebelumnya merebut posisi runner up. Duet Alan Shearer dan Chris Sutton menjadi andalan The Rovers.

Sayang, Blackburn gagal mempertahankan performanya semusim kemudian. Berstatus sebagai juara bertahan dengan mayoritas pemain yang sama, mereka hanya mampu finis di peringkat ketujuh.

Pergantian manajer dari Kenny Dalglish ke Ray Harford dianggap menjadi salah satu penyebab merosotnya performa Blackburn. Sampai saat ini, gelar di musim 1994-1995 menjadi satu-satunya trofi Premier League yang dimiliki Blackburn.


2. Manchester United (2013-2014)

Manchester United

Pada musim 2013-2014, Manchester United memulai era baru sepeninggal Sir Alex Ferguson yang pensiun. David Moyes dipercaya memimpin skuat Setan Merah yang berstatus juara bertahan di Premier League.

Dengan skuat yang tak jauh berbeda, Manchester United menjalani musim terburuknya di Premier League. Nemanja Vidic dan kawan-kawan hanya mampu finis di peringkat ketujuh sehingga gagal lolos ke Liga Champions.

Moyes sendiri dipecat sebelum musim 2013-2014 berakhir. Sejak saat itu, Manchester United tak kunjung meraih trofi Premier League lagi sampai saat ini.


3. Chelsea (2015-2016)

Chelsea

Jose Mourinho sukses mempersembahkan trofi Premier League ketiganya untuk Chelsea pada musim 2014-2015. Itu merupakan masa kepemimpinan keduanya di Stamford Bridge.

Sayang, Mourinho gagal mempertahankan pencapaian tersebut semusim berselang. Ia bahkan dipecat pada pertengahan musim.

Musim 2015-2016 memang menjadi salah satu periode terburuk Chelsea di Premier League. The Blues mengakhiri musim tersebut di peringkat kesepuluh.


4. Leicester City (2016-2017)

Leicester City

Kisah dongeng tersaji di Premier League 2015-2016 saat Leicester City yang tidak diunggulkan keluar sebagai juara. Kesuksesan The Foxes benar-benar fenomenal karena tidak diperkuat pemain bernama besar.

Namun prestasi Leicester langsung terjun bebas semusim berselang. Sang juara bertahan harus mengakhiri musim 2016-2017 di posisi ke-12.

Dari 38 laga, Leicester hanya mencatatkan 12 kemenangan, delapan kali imbang, dan 18 kali kekalahan. Sebuah statistik yang sangat buruk untuk klub yang berstatus juara bertahan.


5. Liverpool (2020-2021)

Liverpool

Musim 2020-2021 memang belum berakhir. Namun Liverpool sudah mengukuhkan diri sebagai salah satu juara bertahan terburuk di Premier League.

Liverpool yang sangat dominan musim lalu kini terlihat memprihatinkan. Salah satu indikatornya yaitu lima kekalahan beruntun di Anfield yang baru terjadi.

Badai cedera menjadi alasan menurunnya performa Liverpool. The Reds kini terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan karena masih tertahan di peringkat ketujuh.