BolaSkor.com - AC Milan keluar sebagai juara Serie A 2021-2022. Lantas, apa yang mendasari skuad asuhan Stefano Pioli itu menjadi pemenang? Berikut ulasannya:

AC Milan memastikan gelar Scudetto musim ini pada pekan terakhir. Kemenangan melawan Sassuolo membuat jarak dengan Inter Milan yang berada pada posisi kedua tetap dua poin.

Dengan begitu, Milan mengakhiri dahaga gelar Serie A yang sudah terjadi sejak musim 2010-2011. Pesta besar-besaran pun digelar bersama para suporter.

Baca Juga:

Hasil dan Klasemen Akhir Serie A 2021-2022: Milan Juara, Cagliari Turun Kasta

Selebrasi Scudetto Milan: Ibrahimovic Isap Cerutu, Leao Menangis, Donnarumma Ikut Merayakan

Stefano Pioli Kehilangan Medali Juara Serie A

Untuk mencapai prestasi itu, Milan memiliki sejumlah faktor kunci. Berikut adalah lima di antaranya:

Taktik Stefano Pioli Mulai Berjalan

Kerja keras Stefano Pioli meningkatkan performa Milan mulai terlihat, khususnya pada dua musim terakhir. Menukangi Rossoneri sejak Oktober 2019, Pioli membuat Milan menjadi tim yang tangguh.

Dengan taktik andalannya 4-2-3-1, Pioli mulai menemukan pemain-pemain yang cocok untuk menjalankan tugas di lapangan. Milan berkembang menjadi tim kuat yang tidak mudah dikalahkan.

Peningkatan Performa Sejumlah Pemain

Pada musim ini, sejumlah pemain Milan menunjukkan penampilan jempolan. Mereka terlihat menonjol di banding pemain lainnya.

Pada sektor belakang, ada Mike Maignan, Fikayo Tomori,dan Theo Hernandez yang tampil luar biasa. Bahkan, sang kiper, Maignan, mendapatkan penghargaan penjaga gawang terbaik musim ini.

Selain itu, masih ada pemain-pemain seperti Sandro Tonali, Rafael Leao, dan Olivier Giroud yang tidak kalah gemilang. Mereka kerap menjadi jawaban ketika Rossoneri menghadapi kebuntuan.

Kerja Sama Tim yang Padu

Faktor lainnya adalah kerja sama tim yang semakin padu. Para pemain Milan mulai saling mengerti satu sama lain.

Hal itu tidak terlepas dari kebersamaan yang sudah berlangsung lama. Milan membangun tim ini sejak beberapa musim lalu dengan mengandalkan pemain muda. Selain itu, bimbingan para penggawa senior seperti Zlatan Ibrahimovic juga sangat berarti.

Oleh karena itu, para penggawa Milan terlihat tidak hanya kompak di dalam, tetapi juga di luar lapangan.

Fokus di Serie A

Pada musim ini Milan sangat fokus untuk mengejar gelar Serie A. Pada sejumlah kompetisi lainnya, Il Diavolo Rosso kesulitan berbicara banyak.

Sebut saja di level Liga Champions. Milan tersingkir pada babak grup. Bahkan, Milan menjadi juru kunci di Grup B sehingga tidak mendapatkan jatah ke Liga Europa.

Sementara itu, di Coppa Italia, Milan memang mencapai semifinal. Namun, hanya sebatas itu karena disingkirkan Inter Milan.

Dengan begitu, Milan bisa fokus menyelesaikan beberapa laga pamungkas Serie A. Pada sisi lain, Inter masih harus memikirkan final Coppa Italia kontra Juventus.

Pesaing Melambat

Tidak bisa dimungkiri Inter Milan adalah pesaing terkuat Milan pada musim ini. Namun, Inter gagal tampil konsisten sehingga kesempatan itu dimanfaatkan Milan.

Kehilangan Romelu Lukaku, Christian Eriksen, Achraf Hakimi, dan Antonio Conte tentunya bukan jalan yang mudah bagi Inter mempertahankan gelar. Keempat sosok tersebut sangat penting dalam keberhasilan Nerazzurri juara Serie A musim lalu.

Tak heran, Inter kerap tampil tak konsisten. Apalagi, Inter juga berhasil melangkah ke babak 16 besar Liga Champions dan final Coppa Italia. Walhasil, jadwal menjadi lebih padat.