BolaSkor.com - Inter Milan merayakan ulang tahun yang ke-113 pada Selasa (9/3). Dalam perjalanan Nerazzurri, banyak momen bersejarah yang sulit dilupakan.

Sebagai tim yang lahir karena memecahkan diri sari sang kakak, AC Milan, pada 1908, Inter terbilang sukses. Sejauh ini, Inter telah meraih 18 gelar Serie A. Inter juga berprestasi di kompetisi Eropa.

Baca Juga:

Hasil Laga Liga-liga Eropa: Chelsea dan Inter Tak Terbendung

Antonio Conte Ragukan Masa Depannya di Inter Milan

5 Klub dengan Jalinan Kontrak Sponsor Jersey Terlama

Inter Milan

Sepanjang kisah sebagai sebuah klub, Inter mengalami beberapa momen bersejarah. Berikut lima di antaranya:

Scudetto Pertama

Inter Milan meraih gelar Scudetto pertama pada musim 1909-1910. Itu artinya, Nerazzurri tidak butuh waktu lama untuk menjadi tim terkuat di Italia.

Pada musim tersebut, liga hanya dihuni sembilan tim. Inter mengakhiri kompetisi dengan meraih 25 poin dari 16 laga. Jumlah poin Inter sama dengan yang didapatkan Pro Vercelli.

Oleh karena itu, digelar pertandingan antara Vercelli melawan Internazionale. Inter keluar sebagai juara usai menang 10-3.

Pada saat itu, Inter dipimpin oleh sang kapten, Virgilio Fossati. Sayangnya, ia meninggal pada Perang Dunia I.

La Grande Inter

La Grande Inter

La Grande Inter merupakan satu di antara momen paling bersejarah dalam perjalanan. Tak hanya sekali, tetapi Inter dua kali menjadi raja di Eropa.

Inter mengukir gelar di Piala Champions pada musim 1963-1964 setelah menekuk Real Madrid 3-1 di laga final. Saat itu, Inter Milan dilatih Helenio Herrera yang dikenal dengan taktik catenaccio.

Pada musim berikutnya, Inter Milan kembali menjadi juara sekaligus mempertahankan gelar. Kali ini, lawan yang dibikin terkapar adalah Benfica. Inter unggul 1-0 berkat gol Jair da Costa pada menit ke-42.

Oleh karena itu, media setempat memberikan julukan La Grande Inter yang berarti Inter yang mahahebat.

Memboyong Ronaldo Nazario

Ronaldo Nazario

Sebagai satu di antara klub terbesar dalam sejarah sepak bola, tentunya Inter Milan memiliki banyak kisah soal bursa transfer. Satu di antara yang paling menarik adalah saat La Beneamata berhasil mendapatkan Ronaldo Luiz Nazario de Lima.

Ronaldo sering disebut sebagai pemain terbaik yang ada dalam sejarah sepak bola. Untuk bisa mendapatkan Ronaldo, Inter Milan mengucurkan dana 26,5 juta euro kepada Barcelona pada musim panas 1997.

Selama lima musim di Inter, Ronaldo meraih gelar Liga Europa. Ia juga menjadi pemenang pemain terbaik FIFA 1997 dan pemain terbaik Brasil pada 1997-1998.

Sayangnya, karier Ronaldo mulai meredup setelah mengalami cedera. Inter pun menjual Ronaldo ke Real Madrid pada akhir Agustus 2002.

Treble Winner

Treble Winner

Musim 2009-2010 menjadi waktu yang sulit dihapus dalam perjalanan Inter. Bagaimana tidak, Il Biscione mencatatkan diri sebagai tim pertama dan satu-satunya dari Italia yang meraih treble winner.

Dipimpin Jose Mourinho, Inter meraih titel Serie A setelah unggul dua poin dari peringkat kedua, AS Roma. Sementara itu, di Coppa Italia, Inter kembali menekuk Roma di laga final dengan skor tipis 1-0.

Puncaknya, Inter Milan mengalahkan Bayern Munchen pada final Liga Champions. Dua gol Diego Milito tidak bisa dibalas wakil Jerman.

Kepergian Massimo Moratti dan masuknya Investor Asing

Massimo Moratti

Selain sang ayah, Angelo Moratti, Massimo Moratti adalah satu di antara presiden Inter Milan yang paling sukses. Namun, tak ada gading yang tak retak, hubungan yang terjalin lama pun harus berakhir.

Pada akhirnya, Moratti menjual sebagain besar sahamnya kepada pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir. Keputusan tersebut mengundang kontroversi. Terlebih, dengan latar belakang Thohir yang tak berasal dari Italia.

Thohir pun berusaha memperbaiki Inter dari sisi manajemen. Maklum, ketika dipegang Moratti, sang presiden memperlakukan Inter seperti anak kesayangan. Tak jarang, keputusan yang diambil mendatangkan kesulitan di masa depan.

Kemudian, pada 2016, Thohir melepas sahamnya ke perusahaan asal China, Suning. Hingga saat ini, Suning masih memimpin Inter meski dikabarkan akan menjual sebagian sahamnya demi mengatasi krisis karena pandemi corona.