BolaSkor.com - Kabar mengejutkan datang pada Rabu (25/11) malam WIB. Ikon sepak bola dunia sekaligus legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun karena serangan jantung.

Maradona meninggal setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit akibat penggumpalan darah di otak pasca terjatuh. Meski telah diizinkan pulang dan menjalani perawatan di rumah, Maradona masih didampingi oleh staf medis.

Maradona masih bernafas pada Selasa (24/11) waktu setempat pukul 23.00 dan terakhir dilihat oleh keponakannya. Kala itu hanya ada keponakannya, asisten, pegawai keamanan, perawat, dan koki.

Pada pagi harinya pukul 11.30 psikolog sekaligus psikiater pribadi menghampiri Maradona untuk coba berbicara dan membangunkannya. Akan tapi Maradona tak merespons hingga psikiater itu memanggil keponakan beserta asisten pribadinya.

Baca Juga:

Suap Militer Argentina dan Cerita Berbeda Diego Maradona jika Gabung Sheffield United

10 Kutipan yang Menggambarkan Kehebatan Diego Maradona

Maradona Meninggal Dunia, Pele: Semoga Bisa Bermain bersama di Surga

Pasca coba dibangunkan Maradona tak jua bernafas meski telah didatangi sembilan ambulan. Maradona dinyatakan meninggal dunia pada usia 60 tahun dan figur-figur sepak bola dunia menuturkan ucapan belasungkawa.

Maradona merupakan legenda sepak bola lintas generasi yang selalu jadi inspirasi untuk ditiru, setidaknya dari sisi prestasi, talenta, dan caranya mengangkat permainan tim, bukan dengan hidupnya di luar sepak bola yang pernah menggunakan obat terlarang.

Berikut pesepak bola di era modern atau top dunia yang menjadikan Diego Maradona sebagai inspirasi:

1. Gonzalo Higuain

Diego Maradona dan Gonzalo Higuain

Kala bergabung ke Napoli dari Real Madrid pada 2013 Gonzalo Higuain menjadikan Maradona sebagai inspirasi. Maradona melegenda bersama Napoli pada medio 1984-1991, mempersembahkan dua Scudetto dan menjadi dewa sepak bola di sana.

"Di kota ini (Naples), kesetiaan kepada Maradona sangat besar. Saya merasa ada kasih sayang dari suporter sejak kehadiran saya. Saya memilih Naples bersama keluarga karena saya menyukai tantangan dan merasa terinspirasi," tutur Higuain.

El Pipita memang tak melegenda layaknya Maradona di Napoli tapi ia mempersembahkan titel Coppa Italia dan Piala Super Italia, lalu jadi top skorer Serie A 2015-2016 dengan torehan 36 gol sebelum pergi ke Juventus dan kini main di Inter Miami pada usia 32 tahun.

2. Harry Kane

Harry Kane bertemu Diego Maradona

Entah sudah seberapa lama Harry Kane mengagumi Diego Maradona, tapi ia mengakui terinspirasi dengan sang legenda pasca bertemu pada 2017 kala Tottenham Hotspur menang 4-1 atas Liverpool. Kane bertemu dengannya bersama Mauricio Pochettino dan Ossie Ardiles.

"Dia (Maradona) pria yang luar biasa. Saya harus bertemu dengannya sebelum pertandingan - energi hebat, pria hebat. Dia adalah salah satu pemain nomor 10 terbaik yang pernah ada, jadi sangat menyenangkan bisa berada di sini hari ini," tutur Kane.

"Dia tidak berbicara banyak bahasa Inggris, hanya berbicara dalam bahasa Spanyol jadi saya tidak begitu mengerti apa yang dia katakan tetapi dia sangat energik, dia mengatakan beberapa pujian yang bagus, tidak hanya untuk saya tetapi untuk tim dan manajer."

"Sangat menyenangkan bisa ditemani orang seperti itu. Dia pemain yang luar biasa dan saya hanya bisa belajar dari orang seperti dia."

Kane tidak akan bisa seperti Maradona dari cara bermain, tapi dia sudah mengukir sejarah sendiri di Spurs dan menjadi salah satu striker top Eropa.

3. Lionel Messi

Lionel Messi dan Diego Maradona

Nama yang satu ini tentu tidak heran lagi jika mengagumi pendahulunya tersebut. Lionel Messi dan Diego Maradona memang kerap dibandingkan karena gaya main yang sama dan punya pengaruh besar.

Messi juga pernah dilatih oleh Maradona di timnas Argentina. Keduanya pemain top di era berbeda, meski Messi sampai saat ini belum mempersembahkan titel prestisius untuk Argentina. Messi sudah lama mengagumi Maradona.

“Ketika saya tumbuh dewasa, Maradona baru saja kembali ke Argentina setelah bermain dengan Sevilla. Dia kembali ke Newell (klub masa kecilnya) pada 1993, dan dia mampu membawa Argentina ke Piala Dunia lainnya setelah babak playoff. Saya bisa katakan tanpa keraguan bahwa, jika seseorang menginspirasi saya untuk menjadi pesepak bola, itu dia," tutur Messi.

Messi memiliki ceritanya sendiri dan sudah melegenda dengan Barcelona, memenangi enam Ballon d'Or dan empat titel Liga Champions.

4. Robin van Persie

Robin van Persie dengan Diego Maradona

Diego Maradona adalah idola masa kecil eks striker Arsenal dan Manchester United, Robin van Persie. Legenda sepak bola Belanda tersebut mengaku telah banyak menyaksikan video mengenai permainan Maradona.

"Begitu saya melihat video ketika saya masih kecil Maradona mengangkat trofi (Piala Dunia) dan menangis, saya ketagihan. Saya tidak bisa memberi tahu Anda sudah berapa kali saya menonton klip itu," tutur Van Persie.

Van Persie (37 tahun) pensiun bersama Feyenoord pada 2019. Sebelumnya ia membela Feyenoord, Arsenal, Manchester United, dan Fenerbahce dengan catatan 102 caps dan 50 gol. Van Persie berposisi sebagai striker dengan kaki kidal yang kuat.

5. David Trezeguet

David Trezeguet

Momen keemasan Diego Maradona kala memenangi Piala Dunia 1986 lagi-lagi menjadi inspirasi. Kali ini datang dari legenda Juventus dan timnas Prancis, David Trezeguet. Pada masanya Trezeguet adalah striker top berbahaya, target man yang dapat mencetak gol dan menahan bola.

Trezeguet bercerita langsung momen ketika bertemu dengan Diego Maradona dan menuturkan kekagumannya kepadanya.

"Sebagai seorang anak, di pinggiran kota, ketika kami keluar dari sekolah, kami bermain di Piala Dunia 1986 kami semua ingin menjadi Maradona. Salah satu gambar pertama yang saya ingat adalah gambar Diego yang mengangkat Piala Dunia di depan penonton, di atas bacone Casa Rosada, kursi pemerintah Argentina," cerita Trezeguet.

"Saya tidak akan pernah melupakan pemandangan kegembiraan yang mengiringi para juara. Pada tahun 1998, ketika saya mengangkat trofi yang sama, saya melihat diri saya menggantikan Diego di Meksiko."

"Saya juga ingat kembali ke hotel pada malam kekalahan kami di tahun 2006: ibu saya memberi tahu saya bahwa ada seseorang yang ingin berbicara dengan saya, itu dia."

"Dia menunggu saya di aula, ini pertama kalinya saya melihatnya dalam daging dan darah (bertemu langsun) dan saya terkesan dengan karismanya. Tidak ada manusia lain yang pernah memberi saya energi seperti itu. Sulit untuk dijelaskan, ini bersifat magnetis."

"Kami berbicara sepanjang malam, dia memberi tahu saya bahwa semua pemain hebat melewatkan penalti yang menentukan: dia, Platini, Baggio. Kata-katanya menghibur saya dan mendorong saya untuk pergi," pungkas Trezeguet.