BolaSkor.com - Pertandingan besar akan dihelat di Anfield akhir pekan ini dalam lanjutan pekan 18 Premier League. Juara bertahan Premier League Liverpool akan menjamu Manchester United, Minggu (17/01) pukul 23.30 WIB.

Keduanya sama-sama dalam momentum bagus di papan atas klasemen. MU berada di puncak klasemen dengan raihan 36 poin, diikuti Liverpool di peringkat dua dengan koleksi 33 poin. Pertandingan di Anfield diprediksi berjalan seru mengingat kondisi kedua tim itu.

Rivalitas keduanya dalam North West Derby membuat suasana pertandingan seru. Apalagi laga nanti diwarnai oleh rekor fantastis Liverpool di Anfield serta catatan tak pernah kalah MU musim ini di laga tandang.

Man United tak pernah menang di empat kunjungan terakhir di Anfield. Total dalam 10 laga terakhir MU hanya sekali mengalahkan anak-anak asuh Liverpool di Anfield. Pertandingan nanti semakin menarik karena keduanya kandidat peraih titel Premier League.

Baca Juga:

Liverpool Vs MU: Persaingan di Pelabuhan yang Beralih ke Lapangan

Berpeluang Salip Liverpool, Dilema Melanda Manchester United

Jodohkan MU dan Liverpool, Crouch Dapat Ancaman Tak Terduga

Butuh mundur hingga 2009 untuk melihat keduanya bersaing di jalur yang sama. Semenjak saat itu baik Liverpool dan MU mengalami fase naik turun yang berbeda: MU terakhir kali meraih titel Premier League pada 2013 dan Liverpool memenangi titel liga pertama selama 30 tahun pada 2020.

Dalam kurun waktu 12 tahun banyak hal yang bisa terjadi. Tentu saja ada perubahan khususnya di kedua skuad Liverpool dan MU. Berikut BolaSkor.com menjabarkan perubahan-perubahan itu:

1. Skuad

Skuad Liverpool dan MU pada 2009

Tidak ada satu pun pemain dari skuad kedua tim yang masih aktif bermain di MU atau Liverpool. Bahkan dari skuad MU beberapa sudah banting setir sebagai pandit sepak bola dari Gary Neville, Owen Hargreaves, Rio Ferdinand, dan Patrice Evra.

Begitu juga Jamie Carragher dari Liverpool. Beberapa yang masih aktif bermain namun dengan klub berbeda saat ini adalah: Cristiano Ronaldo, Pepe Reina, Lucas Leiva, Martin Skrtel, dan Carlos Tevez. Jadi skuad kedua tim sudah jauh berbeda di laga nanti.

2. 'Roda Berputar'

Sir Alex Ferguson

Pada 2009 Man United arahan Sir Alex Ferguson masih jadi kandidat kuat perebut titel Premier League. Pada eranya MU memenangi 20 titel Premier League. Sementara Liverpool melanjutkan puasa gelar dan inkonsistensi bermain tiap musimnya.

Situasi itu sudah berubah drastis sejak Ferguson pensiun pada 2013 dan Liverpool dilatih Jurgen Klopp dari 2015 sampai saat ini.

MU kesulitan jadi kandidat petarung titel Premier League dengan konsisten seperti masa lalu, sedangkan Liverpool kini jadi salah satu tim unggulan juara di bawah arahan Klopp usai memenangi titel Premier League dan Liga Champions.

3. Regulasi dan VAR

VAR

Sepak bola tak lagi sama seperti masa lalu. Perubahan regulasi itu terjadi tiap tahunnya dan kini pun sama di tengah pandemi virus corona. Salah satu perubahan yang terlihat nyata itu adalah diperbolehkannya lima pergantian pemain.

Kendati Premier League belum menerapkannya kembali musim ini setelah sempat digunakan di jelang akhir musim lalu, pergantian lima pemain itu sudah digunakan di liga-liga top Eropa lainnya.

Selain itu adalah eksistensi VAR (Video Asisten Wasit). Adanya VAR acapkali memicu kontroversi, sebab wasit cenderung bergantung pada bantuan teknologi untuk memberi keputusan melainkan mengandalkan insting semata. Tak diragukan lagi VAR akan membuat laga nanti kian seru.

4. Bintang Tim

Mohamed Salah, Sadio Mane, Roberto Firmino

MU pada 2009 memiliki Wayne Rooney, Carlos Tevez, dan Cristiano Ronaldo sebagai trisula lini depan maut. Sedangkan Liverpool memiliki duet Steven Gerrard-Fernando Torres yang berkolaborasi baik di lini depan.

Situasi kini berbalik 180 derajat. Liverpool punya Roberto Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane sebagai trisula maut di depan, sedangkan MU punya Marcus Rashford, Anthony Martial yang ditopang gelandang seperti Bruno Fernandes dan Paul Pogba.

Kedua tim disesaki bintang dalam skuad terkini dan kini tinggal bagaimana hasrat untuk menang serta taktik dari manajer dapat membantu tim dalam upaya memenangi laga.

5. Manajer

Jurgen Klopp dan Ole Gunnar Solskjaer

Enam tahun dilatih oleh Jurgen Klopp Liverpool sudah memenangi titel Liga Champions dan Premier League. Kesabaran membuahkan hasil dalam proses pembangunan skuad dan kini Liverpool jadi salah satu tim terkuat di Inggris.

Berbeda dari Klopp yang sudah dalam posisi relatif aman karena raihan trofi itu, Ole Gunnar Solskjaer tengah disorot karena sekarang memasuki tahun ketiga kurang melatih MU dan belum memenangi trofi.

Solskjaer adalah legenda MU yang bermain pada medio 1996-2007. Kini MU dalam posisi yang bagus dalam bersaing merebutkan titel dan menarik untuk dinanti kiprah tim bersama Solskjaer.