BolaSkor.com - Tidak ada yang menduga Manchester United saat ini menjadi salah satu kandidat penantang titel Premier League. Maklum, perjalanan MU di awal musim ini jauh dari kata meyakinkan alias inkonsisten.

Sempat kalah 1-3 dari Crystal Palace di laga pembuka yang berlangsung di Old Trafford, Red Devils juga dilumat Tottenham Hotspur dengan skor telak 1-6 di tempat yang sama pada Oktober lalu.

Tottenham besutan Jose Mourinho jadi salah satu kandidat juara kala itu. Namun setelah dua bulan berlalu dan kini memasuki Januari 2021, Tottenham tak lagi ada di dua besar yang kini ditempati Liverpool dan MU.

Baca Juga:

Manchester United 1-0 Wolverhampton: Rashford Antar Setan Merah ke Peringkat Kedua

Jack Grealish Jadi Bulan-bulanan Pemain Manchester United

Penalti Manchester United Berbau Kontroversi, Cibiran Bermunculan

Man United arahan Ole Gunnar Solskjaer mengoleksi 33 poin sama dengan Liverpool dan masih menyisakan satu laga tunda lagi. Solskjaer dan anak-anak asuhnya menjawab keraguan akan kans mereka bersaing merebutkan titel, khususnya setelah tersingkir dari Liga Champions.

Solskjaer mampu memotivasi timnya untuk bangkit. Kali ini BolaSkor.com menuturkan faktor-faktor di balik kebangkitan Harry Maguire dkk:

1. Kebugaran Pemain

Manchester United

Solskjaer berkata kebugaran pemain jadi salah satu alasan timnya kesulitan tampil optimal di awal musim. Pada awalnya itu dianggap sebagai alasan, namun waktu memperlihatkannya bahwa United memang belum tampil di kondisi terbaik.

Kebugaran yang belum prima di awal musim terjadi karena kurangnya waktu persiapan pramusim dari musim lalu ke musim sekarang karena pandemi virus corona. Kini dalam kebugaran yang lebih baik para pemain MU sulit ditaklukkan.

2. Kedalaman Skuad

Edinson Cavani

Donny van de Beek memang masih jarang bermain, namun Solskjaer merotasi skuadnya dengan bijak dengan memanfaatkan kedalaman skuad setelah Van de Beek, Alex Telles, Edinson Cavani datang. Dua nama terakhir digunakan dengan baik oleh Solskjaer.

Cavani dengan segudang pengalaman dan kualitasnya memberi kontribusi seperti Zlatan Ibrahimovic bagi striker muda seperti Marcus Rashford, Mason Greenwood, dan Anthony Martial.

Sementara di posisi bek kiri ada Alex Telles. Kehadirannya membuat Luke Shaw kian kompetitif dalam merebutkan satu posisi di bek kiri. Kedalaman skuad itu dimanfaatkan baik oleh Solskjaer hingga United bisa bermain konsisten.

3. Keyakinan kepada Pemain

Ole Gunnar Solskjaer

MU dirundung dengan masalah terkait beberapa pemain seperti David De Gea, Anthony Martial, dan Paul Pogba. Ketiganya sempat tampil buruk hingga muncul opini untuk mencadangkan mereka. Tapi Solskjaer berbeda dan ia tak pernah meragukan mereka.

De Gea, Martial, dan Pogba membayar keyakinan Solskjaer dengan penampilan hebat mereka. De Gea kembali tampil solid di bawah mistar gawang, Martial kembali tajam dan jadi momok pertahanan lawan, dan Pogba menjadi pemain seperti kala membawa Prancis juara Piala Dunia 2018.

Membaiknya performa mereka bertiga berkontribusi besar atas kebangkitan MU. Ditambah performa Bruno Fernandes tetap bagus dan konsisten.

4. Eric Bailly dan Aaron Wan-Bissaka

Aksi Eric Bailly memblok bola

Cedera Victor Lindelof menjadi berkah bagi Eric Bailly. Bek asal Pantai Gading menjadi tandem ideal bagi Harry Maguire di jantung pertahanan MU. Hebatnya lagi performanya kala tampil tidak mengecewakan.

Pun demikian Wan-Bissaka. Sempat dikritik karena performanya tak kunjung membaik, Wan-Bissaka meningkatkan performa dan kini jadi dapat diandalkan dalam serangan balik dan menghidupkan permainan di sisi kanan.

Kontra Villa Wan-Bissaka memberikan assist penting untuk gol Martial dengan umpan silangnya. Kebangkitan keduanya juga jadi faktor penting kebangkitan MU.

5. Bruno Fernandes Konsisten

Bruno Fernandes

Ini jadi faktor penting di balik kebangkitan MU. Bruno Fernandes adalah pembelian terbaik MU dan ia sudah membuktikannya sejak direkrut dari Sporting Lisbon pada Januari 2020. Sampai saat ini Fernandes penampil MU paling konsisten.

Baik itu di momen sulit atau tidak Fernandes tak pernah tampil di bawah rata-rata. Gelandang serang asal Portugal jadi pengatur serangan utama MU dan Solskjaer menemui kesulitan untuk tak memainkannya. Fernandes tak hanya menciptakan peluang tapi juga mencetak gol.