BolaSkor.com - Timnas Filipina menjadi kekuatan baru di Asia Tenggara setidaknya selama 10 tahun terakhir. Kehadiran pemain keturunan, termasuk pemberian paspor belakangan membuat The Azkals, julukan Timnas Filipina cukup diperhitungkan, termasuk di regional Asia Tenggara.

Kekalahan besar 1-13 yang pernah diperoleh saat bertemu dengan Indonesia pada 2002 sudah tak relevan lagi dijadikan patokan. Sebelumnya atau pada 2001, Filipina juga sempat kalah 0-12 saat meladeni Suriah.

Hasil 0-0 saat dijamu Timnas Indonesia di Jakarta pada Piala AFF 2018, mempertegas. Di ajang tersebut, Filipina juga bermain imbang 1-1 dengan Thailand.

Timnas Filipina bahkan pernah menjadi tim Asia Tenggara terdepan dalam ranking FIFA. Adapun di rilis terbaru per Juli 2020, Azklas berada di peringkat 124, hanya di bawah Vietnam (94) dan Thailand (113).

Baca Juga:

29 Pemain Senior Dipanggil, Shin Tae-yong Akan Pimpin Langsung Pemusatan Latihan Timnas Indonesia

Timnas Filipina Buka Peluang Diperkuat Pemain Naturalisasi Setelah Lebih Sering Andalkan Pemain Keturunan

Kebangkitan Timnas Filipina ditandai pencapaian bagus di Piala AFF 2010. Di fase grup, Timnas Filipina tak tersentuh kekalahan, dengan mencatatkan satu kemenangan dan dua hasi seri, sehingga melangkah ke semifinal bertemu Indonesia.

Satu-satunya kemenangan yakni saat melawan Vietnam, tim dengan status juara bertahan. The Miracle in Hanoi menjadi label sukses Younghusband dkk membekuk Golden Dragons 2-0, sebelum kalah agregat 0-2 dari Indonesia di semifinal.

Younghusband dkk. ada di balik sukses tersebut. Ditambah kehadiran pemain keturunan lain dan berdarah asing seiring waktu yang menjaga kekuatan The Azkals.

Timnas Filipina kini bersiap untuk gelombang baru kehadiran pemain keturunan, mengingat era Younghusband bersaudara (Phil dan James) akan benar-benar berakhir. Pasca keputusan James Younghusband pensiun mengikuti Phil, hanya Neil Etheridge dari skuat Miracle in Hanoi yang masih mungkin membela Timnas Filipina.

Sesuai yang dilaporkan Inquirer, setidaknya ada tujuh pemain keturunan yang menjadi calon andalan Timnas Filipina. Ketujuh pemain sesuai keinginan pelatih Scott Cooper. Itu belum termasuk pemain asing yang berpotensi diberi kewarganegaraan lewat proses naturalisasi seperti Bienvenido Maranon (Spanyol) and Robert Lopez-Mendy (Senegal). Siapa saja?

1. Michael Kempter

Michael Kempter. (fcz.ch)

Michael Kempter merupakan bek berusia 25 tahun kelahiran Swiss. Ia punya darah Filipina dari sang ibu.

Kempter kini tercatat sebagai penggawa klub Liga Super Swiss, FC Zurich. Ia juga pernah membela Timnas Swiss U-19 dan U-20.

Namanya sudah masuk dalam radar Federasi Sepak Bola Filipina (PFF) dua tahun lalu. Seharusnya ia menjalani debut melawan Guam pada Maret, namun tak terjadi karena pandemi virus corona.

Baca Juga:

Pelatih Vietnam Tetap Waspada terhadap Lawan Tersisa Termasuk Timnas Indonesia

Park Hang-seo Enggan Komentari Kemungkinan Vietnam Ikuti Jejak Malaysia dan Timnas Indonesia

2. Jesper Nyholm

Jesper Nyholm.

Bek bernama lengkap Jesper Gunnar Fernando Nyholm berasal dari Swedia. Darah Filipina yang mengalir berasal dari ibunya.

Pemain berusia 26 tahun itu kini tercatat memperkuat klub kasta teratas Swedia Djugardens IF. Namanya sudah dipertimbangkan oleh PFF sejak 2017.