BolaSkor.com - Tren buruk AC Milan berlanjut usai dihajar Lazio empat gol tanpa balas. Namun hasil ini tidak membuat panik direktur teknik Rossoneri, Paolo Maldini.

Kekalahan atas Lazio memang hanya satu dari rangkaian hasil buruk Milan usai pergantian tahun. Sebelumnya, tim asuhan Stefano Pioli dipastikan kehilangan dua gelar yang bisa diraih pada musim 2022-2023.

Milan tersingkir secara tragis dari ajang Coppa Italia. Langkah Sandro Tonali dan kawan-kawan terhenti di babak 16 besar usai takluk 0-1 dari Torino meski tampil di San Siro.

Baca Juga:

Lazio 4-0 AC Milan: Il Rossoneri Semakin Jauh dari Scudetto

Segalanya Tak Berjalan Baik untuk AC Milan

Nicolo Zaniolo Pilih Milan ketimbang Tottenham Hotspur

Satu pekan berselang, Milan gagal meraih gelar Piala Super Italia. Kepastian itu didapat usai Il Diavolo Rosso takluk 0-3 dari Inter Milan.

Kini kekalahan atas Lazio juga membuat Milan terancam gagal mempertahankan Scudetto. Meski masih berada di peringkat kedua, jarak mereka dengan Napoli terpaut hingga 12 poin.

Meski begitu, Maldini tak melihat kondisi ini sebagai sebuah krisis. Ia merasa ekspektasi publik terlalu tinggi untuk Milan.

"Kami kebobolan 11 gol dalam tiga pertandingan terakhir, jadi jelas ini adalah momen yang sulit. Namun kita juga harus ingat ini bukan bencana total, karena dengan segala hormat untuk momen sulit ini, kita sendirian di posisi kedua," kata Maldini kepada DAZN.

"Musim lalu kami berada di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun dan memenangkan Scudetto setelah satu dekade. Jadi posisi kami saat ini berada dalam parameter tim ini.”

Kesuksesan meraih Scudetto musim lalu memang membuat banyak pihak menganggap Milan sudah kembali seperti dulu. Padahal komposisi pemain yang dimiliki Pioli belum semewah seperti yang dibayangkan.

Namun Maldini yakin Milan akan segera bangkit. Apalagi sejumlah pemain kunci segera kembali usai pulih dari cedera.

"Mungkin terlihat biasa untuk mengatakan bahwa kami menang dengan semangat kami musim lalu. Namun itulah yang perlu kami temukan kembali tanpa tekanan," tambahnya.

"Kami bukanlah Milan tahun 90-an yang merekrut para juara dengan performa terbaik. Sekarang kami memiliki kebutuhan untuk membangun strategi yang memungkinkan kami menyeimbangkan pembukuan dan menjadi penantang gelar.”