BolaSkor.com - Panitia pelaksana pertandingan (Panpel) Arema FC sudah harus kembali bersiap dijatuhi sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Baru menggelar pertandingan kandang pertamanya musim ini, sudah terlihat adanya pelanggaran regulasi.

Segelintir Aremania tampak menyalakan flare tepat beberapa menit setelah pertandingan menjamu Persela Lamongan dengan skor akhir 3-2 berakhir, di stadion Kanjuruhan Malang, Senin (27/5) malam WIB kemarin.

Euforia yang berlebihan tampaknya menjadi faktor kuat dibalik aksi itu. Apalagi, kemenangan itu adalah pertama kalinya di Liga 1 musim ini, setelah tim Singo Edan mengalami kekalahan beruntun di awal kompetisi.

"Saya yakin, orang yang menyalakan flare itu bukan Aremania. Karena kalau Aremania, pasti sayang terhadap klubnya," ujar Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Baca Juga:

Milomir Seslija Kritik Kinerja Wasit Arema FC Kontra Persela Lamongan

Kemenangan atas Persela Jadi Jawaban Arema FC Tanggapi Kritik

Hamka Hamzah
Hamka Hamzah saat hadapi Persela Lamongan. (BolaSkor.com/Kristian Joan)

"Masih banyak yang beranggapan, bahwa pertandingan selesai boleh menyalakan flare. Padahal, sosialisasi sudah kami lakukan terus menerus," tambahnya.

Padahal, Arema FC sudah menanggung sanksi berupa denda Rp 75 juta. Sanksi itu sebagai bentuk tanggung jawab klub terhadap pelanggaran yang dilakukan suporternya, saat terjadi kerusuhan di pertandingan pertama melawan PSS Sleman, 15 Mei lalu.

"Pada akhirnya yang dirugikan adalah klub sendiri. Kalau dilakukan terus berulang-ulang, maka hukuman dendanya bisa bertambah besar," keluhnya.

Meski begitu, pihaknya tetap mengakui kalau pelanggaran itu sebagai bentuk evaluasi yang harus dilakukan panpel di pertandingan berikuntnya. Apalagi, Arema FC bakal menggelar big match saat menjamu Persib Bandung di pekan keempat, 14 Juni nanti. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)