BolaSkor.com - Ambisi Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman untuk mengakuisisi Newcastle United akhirnya berbuah manis. Sosok Amanda Staveley kembali menunjukkan kualitasnya sebagai juru lobi yang andal.

Pangeran Salman lewat konsorsium Public Investment Fund (PIF) kini menjadi pemilik saham mayoritas Newcastle. Dana sebesar 300 juta poundsterling dibayarkan kepada Mike Ashley untuk memperoleh 80 persen saham klub asal Tyneside tersebut.

Pergantian pemilik Newcastle ini terbilang mengejutkan dan terjadi secara mendadak. Meskipun Pangeran Salman sudah menjalani proses akuisisi sejak lebih dari satu tahun lalu.

Baca Juga:

Antonio Conte Dianggap Paling Tepat Latih Newcastle United

Kini Jadi Tim Sultan, Newcastle United Bidik Icardi dan Van de Beek

Usai Newcastle, Pangeran Salman Pengin Akuisisi Inter Milan

Amanda Staveley

Saat itu Pangeran Salman menemui tembok tebal untuk memiliki Newcastle. Sejumlah pihak termasuk dari parlemen Inggris menolak kehadirannya yang terseret kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Namun polemik itu tampaknya sudah hilang tak berbekas. Terbukti PIF milik Pangeran Salman kini sudah menjadi pemilik sah Newcastle.

Pada momen inilah peran Amanda Staveley terlihat vital. Pemilik PCP Capital Partners itu tentu bekerja keras melobi berbagai pihak untuk melapangkan akuisisi ini.

PCP Capital Partners memang menjadi rekan bisnis PIF yang juga memiliki sebagian kecil saham Newcastle. Staveley kini juga duduk sebagai salah satu dewan direksi Newcastle yang baru.

Pengalaman wanita berusia 48 tahun itu dalam urusan lobi-melobi memang tidak bisa diremehkan. Staveley merupakan tangan kanan Sheikh Mansour bin Zayed Al-Nahyan saat mengakuisisi Manchester City dari tangan Thaksin Shinawatra pada 2008 silam.

Staveley memang memiliki hubungan yang cukup dekat dengan sejumlah taipan asal Timur Tengah. Salah satunya adalah keluarga Al Maktoum.

Dari hubungan baik dengan pengusaha-pengusaha asal Timur Tengah juga, Staveley mendirikan PCP Capital Partners pada 2005 yang bergerak di bidang hukum.

Pada 2016, Staveley membantu usaha Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum yang berniat menjadi pemilik Liverpool. Namun negosiasi tak menemukan kata sepakat dengan Fenway Sports Group selaku pemilik The Reds hingga saat ini.

Kegagalan itu kini seolah terbayar usai Staveley sukses membantu Pangeran Salman untuk mengakuisisi Newcastle. Namanya pun kian disegani sebagai salah satu juru lobi terbaik khususnya dalam dunia sepak bola.

Sekarang, tantangan baru siap dihadapi Staveley. Ia kini harus bisa membawa Newcastle menjelma menjadi salah satu klub yang disegani di Eropa.

Masalah teknis tentu bukan urusan Staveley. Namun ia punya wewenang untuk menentukan arah jalan kesuksesan Newcastle.

Program pertamanya adalah memperbaiki fasilitas latihan Newcastle. Ia menilai langkah ini sangat krusial sebelum mendatangkan bintang anyar pada bursa transfer musim dingin.

"Kami berada di pasar untuk bersaing memperebutkan pemain kelas dunia. Kami memiliki ambisi besar yang saya harap akan menjadi pengubah permainan Newcastle United," kata Staveley kepada The Sun.

"Namun jika tidak menempatkan infrastruktur di sekitar pemain kelas dunia, anda tidak akan mendapatkan apa-apa. Tidak ada gunanya memiliki pemain fantastis jika tidak ada tempat bagi mereka untuk berlatih."

Salah satu tugas penting Staveley yang tak kalah krusial yaitu mencari manajer yang tepat. Nama-nama besar memang sudah dikaitkan dengan Newcastle.

Staveley harusnya tak kesulitan menjalani tugas ini. Dukungan dana tak terbatas dari Pangeran Salman membuat ia tinggal memilih sosok yang dianggap kompeten tanpa memikirkan gaji dan permintaan lain dari yang bersangkutan.