BolaSkor.com - Selama lima tahun kepemimpinan Pep Guardiola di Manchester City, Guardiola menjadikan The Citizens sebagai tim yang dominan di Inggris dalam urusan meraih trofi. 10 trofi sudah diraihnya sejauh ini.

Tiga trofi di antaranya adalah titel Premier League. Setiap tahunnya City selalu jadi tim favorit pemenang titel dan fenomena itu sudah tidak asing lagi jika dilatih oleh Guardiola.

Dalam karier kepelatihannya Guardiola selalu membentuk tim juara yang mendominasi liga di Barcelona, Bayern Munchen, hingga kini dengan Man City. Itu dikembangkan dengan filosofi bermain ofensif dan menghibur serta mengandalkan penguasaan bola.

Jurgen Klopp, manajer Liverpool, yang sudah menjadi rival Guardiola kala masih melatih Borussia Dortmund di Jerman tahu akan gaya bermain tim arahan rivalnya itu. Klopp memberikan analisis mengenai permainan City di bawah asuhan Guardiola.

Baca Juga:

Perubahan Taktik Liverpool yang Dapat Merepotkan Manchester City

Liverpool Vs Man City, Mo Salah Bakal Menguji Pertahanan Kuat The Citizens

5 Hujan Gol dalam Laga Liverpool Vs Man City Era Klopp-Guardiola

Jurgen Klopp dan Pep Guardiola

Menurutnya, City memiliki sistem bermain yang tersusun rapih dengan pemikiran pertahanan terbaik adalah menyerang dan menguasai bola. Kala bertahan City juga langsung melakukan pressing kepada lawan. Itu ditambah dengan kualitas individu pemain menjadikan mereka tim yang dominan.

“Pertama dan terpenting, cara terbaik untuk bertahan adalah menjaga bola, itulah yang dilakukan City dengan cukup baik. Mereka memiliki jumlah penguasaan bola yang besar, hal-hal seperti itu,” terang Klopp di laman resmi Liverpool

“Kemudian mereka memiliki dorongan counter-pressing yang luar biasa, yang juga membantu; jika Anda kehilangan bola maka Anda memenangkannya kembali cukup awal, itu juga membantu. Selain itu, mereka memiliki kemungkinan organisasi yang berbeda."

“Terutama melawan kami, mereka bermain, atau setidaknya bertahan, sangat sering dalam 4-4-2, bahkan ketika itu adalah sistem yang sedikit berbeda secara ofensif, yang juga membantu di area tertentu untuk menutup lawan."

“Selain itu, mereka memiliki kualitas individu yang luar biasa di posisi berbeda, yang juga membantu dalam bertahan. Selain itu, jika Anda tidak memiliki tembakan ke gawang maka kiper tidak terlalu berpengaruh, tetapi jika Anda berhasil melewatinya, masih ada kiper kelas dunia."

“Jadi, itu membuatnya menjadi campuran yang sangat menarik, menurut saya. Itulah mengapa City memenangkan beberapa gelar dan trofi Premier League dalam beberapa tahun terakhir – karena mereka sangat bagus. Dan ini adalah ide yang jelas, struktur yang jelas, dengan beberapa perubahan dari waktu ke waktu.

Menghadapi Liverpool, City kerapkali mengubah formasi mereka menjadi 4-4-2 dalam bertahan. Menurut Klopp cara terbaik menghentikan City bermain adalah menjauhkan mereka dari bola.

“Saya tidak 100 persen yakin tetapi saya pikir tahun lalu, atau tahun sebelumnya, mereka mulai bertahan dalam 4-4-2, De Bruyne melakukan press, hal-hal seperti ini. Sebelumnya, mereka tidak melakukannya seperti itu. Mari kita lihat apa yang mereka lakukan tahun ini," tambah Klopp.

“Tidak hanya kami memiliki satu atau dua hari lagi untuk mempersiapkan pertandingan, mereka juga memilikinya, jadi mari kita lihat apa yang dilakukan Pep. Kita lihat nanti."

"Tetapi hal utama yang saya pikir adalah menjaga bola selama mungkin, yang memberi tim lawan tidak ada kesempatan untuk menyelesaikan situasi apa pun karena Anda tidak menguasai bola," urai dia.