BolaSkor.com - Arema FC masih berada pada sikap sebelumnya, yakni menunggu kebijakan dari PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru, selaku operator kompetisi terkait bagaimana kelanjutan Liga 1.

Bersama 9 klub lain, tim Singo Edan sudah merumuskan dua poin dalam virtual meeting, Senin (23/3) lalu. Keduanya menyimpulkan bagaimana klub menyelesaikan hak dan kewajiban dengan seluruh anggota tim beserta pihak sponsor.

Poin pertama menyebutkan, bahwa klub hanya akan membayar 25 persen hak anggota tim selama masa penundaan, hingga Liga 1 kembali dilanjutkan, bergantung situasi atas merebaknya virus corona saat ini.

Baca Juga:

Waspada Virus Corona, Persipura Pulangkan Pemain yang Berasal dari Luar Jayapura

Persita Tetap Bayar Penuh Gaji Bulan Maret untuk Pemain dan Ofisial

Sedangkan poin kedua menyebutkan, klub meminta untuk dibebaskan dari segala kewajiban terhadap pihak terkait baik anggota tim maupun sponsor, jika situasi bertambah parah hingga berujung pada status force majeur untuk Liga 1 musim ini.

"Setelah (virtual) meeting, kami masih menunggu rekomendasi lanjutan dari PSSI," tandas Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

"Yang pasti, kami tetap menunggu bagaimana sikap tegas dan lugas dari federasi (PSSI) maupun operator (LIB), apakah Liga 1 ini dilanjutkan atau statusnya menjadi force majeur untuk semua pertandingan," tambahnya.

Arema FC bersama 17 klub Liga 1, baru melangsungkan tiga laga di awal kompetisi musim ini. Artinya, masih ada 31 pertandingan lain yang harus segera dipertimbangkan oleh PSSI maupun LIB atas kejelasannya. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)