BolaSkor.com - Hadirnya kuda hitam dalam sebuah kompetisi merupakan hal yang normal terjadi. Kehadiran mereka bahkan membuat persaingan kian berwarna dan sulit ditebak.

Dalam dua musim terakhir, status kuda hitam di kompetisi Eropa layak disematkan kepada Atalanta dan Wolverhampton Wanderers. Kedua tim yang tak terlalu tenar ini mulai mengganggu singgasana klub-klub unggulan.

Pada musim 2018-2019, Atalanta mampu menembus peringkat ketiga Serie A sehingga berhak tampil di Liga Champions. Namun mereka harus menumpang di San Siro karena kandang mereka belum memenuhi standar UEFA.

Baca Juga:

PSG Kini Tak Merasa Jadi Unggulan di Hadapan Atalanta

4 Tim Eropa yang Tampil Bagus Usai Jeda Kompetisi Liga karena Pandemi Virus Corona

Hasil Liga Europa: Roma Angkat Koper, Wolves Tambah Jumlah Klub Inggris di Perempat Final

Atalanta sempat bersaing dalam perburuan Scudetto

Biasanya, klub yang melakoni debut di Liga Champions akan tampil buruk di liga domestik. Mereka kesulitan membagi fokus ke dua kompetisi berbeda.

Namun Atalanta merupakan sebuah pengecualian. Penampilan mereka justru kian meningkat sehingga mampu bersaing dalam perburuan gelar juara.

Musim ini, Atalanta menahbiskan diri sebagai tim paling produktif di Serie A dengan koleksi 98 gol. Tim asuhan Gian Piero Gasperini itu sempat tak terkalahkan dalam 18 laga beruntun meski akhirnya kembali finis di urutan ketiga.

Hal tak jauh berbeda dilakukan Wolverhampton di Inggris. Mereka juga menjadi kuda hitam di Premier League selama dua musim terakhir.

Musim lalu, Wolverhampton finis di peringkat ketujuh dan mendapat tiket ke Liga Europa lewat babak kualifikasi. Hal itu sebuah prestasi mengingat enam klub di atasnya bermaterikan pemain bintang dan didukung dana besar.

Sama seperti Atalanta, Wolverhampton yang untuk pertama kali tampil di Liga Europa diprediksi akan kesulitan mempertahankan performanya. Nyatanya, hal itu tak terjadi.

Para pemain Wolverhampton mulai diburu klub-klub besar.

Musim ini, Wolverhampton kembali finis di peringkat ketujuh Premier League. Para pemain mereka juga mulai diburu klub-klub besar.

Hebatnya, kejutan mereka tak cuma bertahan di liga domestik tapi berlanjut ke level Eropa. Atalanta yang awalnya hanya dianggap tim pelengkap di Liga Champions kini mampu melaju hingga perempat final.

Wolverhampton setali tiga uang. Mereka juga melaju ke perempat final Liga Europa.

Pandemi virus corona memaksa UEFA mengubah sistem dua turnamen ini. Kini laga perempat final hingga laga puncak digelar dengan format single match.

Perubahan ini secara tak langsung menguntungkan Atalanta dan Wolverhampton. Peluang mereka untuk menjadi juara di dua ajang berbeda lebih terbuka.

Atalanta akan berhadapan dengan Paris Saint-Germain di perempat final Liga Champions. Sementara Wolverhampton sudah ditunggu Sevilla yang punya rekor bagus di Liga Europa.

Menarik melihat siapa di antara dua tim ini yang bisa melaju lebih jauh. Bukan tidak mungkin Atalanta dan Wolverhampton akan bertemu di ajang Piala Super Eropa karena masing-masing menjuarai Liga Champions dan Liga Europa.