BolaSkor.com - Ketua Steering Committee Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Happy Harinto, tetap fokus menyiapkan diri untuk MotoGP 2021. Happy belum menerima perintah apapun dari Dorna terkait jadwal balapan yang dimajukan.

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Dorna, Carmelo Ezpeleta, berniat menggelar balapan MotoGP di negara yang beriklim panas pada Hari Natal 2020. Pernyataan Ezpeleta itu mengarah ke Indonesia yang memiliki cuaca tropis.

Namun, MGPA mengaku belum menerima komunikasi mengenai hal tersebut dari Dorna. Hingga saat ini, Happy masih konsentrasi dengan target awal.

"Kami sesuai dengan target dan plan, kami ini 2020 Agustus baru dapat pengumuman dari Dorna mengenai seri 2021 di bulan apa Indonesia akan menjalankan," ungkap Happy saat dihubungi BolaSkor.com melalui telepon.

Baca Juga:

Di Tengah Panik Virus Corona, MotoGP Malaysia Coba Manfaatkan Situasi

Maverick Vinales Ternyata Hampir Gabung Ducati

"Kami hanya konsentrasi kepada pembangunan sirkuit kami sendiri. Kami masih belum dapat komunikasi dari Dorna mengenai digelarnya itu. Cuma kami saat ini konsentrasi di infrastruktur menjelang 2021,” imbuh dia.

Menurut Happy, pihaknya tidak bisa langsung memutuskan, meski nantinya Dorna meminta Indonesia mengisi balapan pada Hari Natal. MGPA masih harus membicarakannya dengan pihak-pihak terkait lain.

"Persiapan harus dilakukan. Kami tetap konsentrasi di apa yang ditentukan Dorna pada Agustus 2020. Jadi sementara masih di situ," Happy menjelaskan.

"Tentunya pengawasan dilakukan secara ketat oleh Dorna maupun FIM. Kami konsentrasi pada jadwal dan agenda kami, karena selebihnya Dorna yang mengatur. Belum ada pengumuman dari Dorna langsung," tambah Happy.

MGPA tak ingin pekerjaan yang tengah berlangsung terganggu dengan berbagai isu. Bagi Happy, menyiapkan Sirkuit Mandalika dengan sebaik mungkin menjadi prioritas utama.

"Kami siapkan dulu secara maksimal agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang bagus, tuan rumah yang baik. Ini kan sirkuit jalanan pertama untuk MotoGP pertama di dunia," ujar Happy.