BolaSkor.com - Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, menjelaskan betapa pentingnya kompetisi usia muda bagi para pesepak bola belia. Inilah yang membuat pesepak bola muda Indonesia kurang berkembang jika dibandingkan negara-negara lain.

Bima Sakti menjelaskan, kompetisi usia muda sangat berperan dalam pembentukan karakter sang pemain. Mulai dari attitude hingga mental bertanding.

"Sebenarnya kalau masalah talenta dan bakat, kita tidak pernah kalah dengan pemain luar. Namun ada hal yang membedakan, pemain luar mereka terbentuk lewat kompetisi yang bagus jadi mental dan attitude mereka terbentuk," kata Bima Sakti ketika live Instagram bersama BolaSkor.com.

Baca Juga:

Bima Sakti Siapkan TC Timnas Indonesia U-16 di Stadion Patriot pada Bulan Juni

Bima Sakti Berharap Mendapatkan Hasil Terbaik pada Undian Piala Asia U-16

Selain itu, Bima Sakti menyebut kompetisi usia muda sangat penting dalam memberikan jam terbang lebih kepada pesepak bola junior. Ia mencontohkan dirinya ketika membela klub Swedia, Helsingborg IF pada 1990-an awal.

"Jadi para pemain punya kesempatan sama untuk bisa mengasah kemampuan diri mereka. Saya pernah bermain di Swedia, ketika main di sana, ada tim A dan tim B, ketika tim A main sehari kemudian tim B main, itu yang membuat mereka berkembang," ujarnya.

Meski begitu, Bima Sakti masih bersyukur PSSI sudah memulai Elite Pro Academy (EPA) dari U-16, U-18, dan U-20 dalam dua tahun belakangan ini. Namun, mantan pemain PSM Makassar ini berharap makin banyaknya kompetisi usia muda di Indonesia.

"Sekarang kan kita juga punya Elite Pro Academy (EPA), tapi memang ini baru dua tahun. Berbeda dengan negara seperti Thailand, Vietnam yang sudah menjalani ini selama lima tahun. Tapi kita harus optimistis, tidak ada kata terlambat untuk membangun sepak bola Indonesia," ujar Bima Sakti.

"Saya berharap EPA bisa jadi pondasi dari pemain. Ini dilakukan demi perkembangan sepak bola Indonesia," tambahnya.