BolaSkor.com - Manajemen Borneo FC mengaku memiliki cara tersendiri untuk menyikapi aturan gaji yang diberikan oleh PSSI pada saat kompetisi Liga 1 2020 kembali berlangsung pada bulan Oktober mendatang. Presiden Borneo FC, Nabil Husein menyebutkan sudah ada sistem untuk penggajian anggota klub.

Seperti diketahui, PSSI sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) PSSI bernomor SKEP/53/VI/2020 terkait dengan kelanjutan dari kompetisi. Tidak hanya itu saja, dalam SK tersebut juga tertulis tentang peraturan pembayaran gaji terbaru untuk klub Liga 1.

Pada SK sebelumnya, PSSI hanya mewajibkan tim membayar gaji 25 persen kepada pemain dan ofisial. Namun ketika kompetisi dimulai Oktober mendatang, tim berhak melakukan negosiasi ulang dan membayar gaji pemain 50-60 persen dari nilai kontrak.

Baca Juga:

Pemain Rentan Cedera dengan Jadwal Liga 1 2020 Menurut Pelatih PSIS Semarang

Persela Belum Pasti Gelar Persiapan Pertengahan Agustus

"Soal aturan gaji baru begini, kalau itu masing-masing klub punya cara. Borneo juga punya cara sendiri. Biar menjadi urusan klub masing-masing saja, kalau saya bicara juga nggak baik. Menurut saya tergantung nego dengan pemain dan pelatih," kata Nabil.

Lebih lanjut, Nabil juga merasa peraturan gaji yang diberikan oleh PSSI masih menggantung. Tidak ada penjelasan apakah 50-60 persen dari nilai kontrak batas maksimal atau minimal dari gaji yang didapatkan.

"Itu yang disarankan federasi juga menggantung, bahwa yang mana yang harus diikuti, apa 50 persen nilai kontrak atau 50 persen gaji," tutur Nabil.

"Jadi klub yang akan mencari jalannya sendiri lah. Yang masih ditunggu itu adalah subsidi yang belum cair sampai bulan Juni. Semoga saja ada itikad baik untuk menjawab (tunggakan subsidi) sebelum kami bicara rencana ke depan," pungkasnya.