BolaSkor.com - Mencintai olahraga bukan hanya soal siapa yang berada di arena. Musisi seperti Glenn Fredly turut punya harapan besar terhadap perkembangan sepak bola Tanah Air.

Bagi Glenn, olahraga bukan hanya sekadar ajang cari keringat, adu gengsi, serta kejar prestasi. Nyong Ambon itu percaya, persatuan bisa diraih lewat visi yang sama di lapangan.

Impian Glenn dituangkan dalam sebuah film bertajuk Cahaya dari Timur (Beta Maluku). Dalam karya yang diproduserinya itu, Glenn ingin membuktikan lewat sepak bola, konflik antar manusia bisa diselesaikan.

Cahaya dari Timur memotret konflik yang ada di Ambon beberapa tahun silam. Dalam masa kelam tersebut, ternyata tersimpan sinar kebangkitan dalam sekelompok pesepak bola cilik dari Tulehu.

Di masa konflik, Sani Tawainella yang diperankan Chiccco Jericho mengajak anak-anak di kampungnya menghindari konflik antar agama dengan bermain sepak bola.

Baca Juga:

Persija Daftarkan Logo dan Jersey ke HKI, Pelanggar Bisa Kena Sanksi 4 Tahun Penjara

Pemain Persija Dilarang ke Tempat Keramaian untuk Cegah Virus Corona

Siapa sangka, dari aksinya tersebut lahir bintang lapangan hijau Indonesia seperti Alfin Tuasalamony, Hendra Bayauw, Rizky Pellu, serta beberapa lainnya yang saat ini aktif sebagai pesepak bola nasional.

“Karena tertarik sama cerita Sani ini, saya dan Angga ngobrol sampai subuh. Saya bilang, ‘Ya sudahlah yuk, kita jadiin film saja ini. Bawa ke layar lebar bareng-bareng’,” cerita Glenn

“Saya produseri sebuah film yang diangkat dari kisah nyata tentang sepak bola di sebuah desa di Maluku. Sama Angga Sasongko, sutradara CAHAYA DARI TIMUR," ujar Glenn.

Dalam filmnya, Glenn mengajak masyarakat Indonesia melihat sepak bola dari sudut pandang yang lebih luas.

“Kami ingin sepak bola nasional yang dicintai masyarakat berprestasi. Bukan menjadi ajang perseteruan kepentingan-kepentingan pihak tertentu,” tutur Glenn.

Selain sepak bola, Glenn turut aktif dalam beberapa kegiatan basket nasional. Pelantun tembang Januari itu sempat ikut berbagai eksbisi dan memiliki impian menjadi pebasket di masa kecil.

“Saat kecil, justru musik menjadi sampingan saja,” tutur Glenn.

Impian Glenn terhadap Indonesia begitu besar. Beberapa tertuang dalam lagu dan gerakannya. Glenn ingin Indonesia merdeka secara utuh. Ia mendedikasikan dirinya sebagai pejuang.

Namun, sosok itu kini telah berpulang. Glenn tutup usia di umur 44 tahun, Rabu (8/4). Perjuangan pemilik senyum renyah itu memang telah berakhir, tetapi semangat perjuangan, karya indah, serta harapan agar Indonesia lebih baik akan selalu menyala di hati para penggemarnya.

Rest in Peace,Glenn Fredly