BolaSkor.com - Treble winners 2010 masih menjadi salah satu tinta emas dalam sejarah Inter Milan. Pada musim 2009-10 Il Nerazzurri besutan Jose Mourinho meraih titel Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Skuat tim kala itu akan selamanya ada dalam sejarah kesuksesan tim.

Salah satu pemain yang turut berkontribusi besar dalam kesuksesan besar Inter itu adalah Samuel Eto'o. Striker asal Kamerun membawa aura kesuksesannya meraih tiga titel LaLiga dan dua titel Liga Champions ke Inter Milan.

Transfer Eto'o pada musim panas 2009 melibatkan Zlatan Ibrahimovic dan uang transfer 46 juta euro. Efek kedatangannya jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Eto'o menularkan magis, pengalaman, dan kualitasnya serta ketajamannya mencetak gol.

Baca Juga:

Dua Sisi Mata Pisau Pep Guardiola: Dicintai sebagai Pelatih, Dibenci karena Kepribadiannya

5 Momen Ketika Jose Mourinho Menyerang Pemain di Klubnya

Sebelum Persembahkan Treble Winners, Mourinho Telah Berkhianat kepada Inter Milan

Samuel Eto'o dan Jose Mourinho

Nilai tambahan lainnya adalah Eto'o dapat bermain di banyak posisi di lini depan dari penyerang sayap kanan-kiri hingga striker sentral. Tak ayal Eto'o menjadi rekrutan terbaik Inter kala itu bersama dengan Diego Milito, Lucio, Wesley Sneijder, dan Thiago Motta.

Tidak mudah bagi Inter untuk meyakinkan Barca melepas pemain terbaiknya, meski itu melibatkan Ibrahimovic dan uang transfer, namun Mourinho - bersama dengan Marco Materazzi - punya cara unik untuk meyakinkan Eto'o ke Giuseppe Meazza.

"Mourinho meyakinkan saya dengan cara yang sederhana," ungkap Eto'o kepada Gazzetta dello Sport. "Dia mengirimi saya foto kaus Inter no 9 dan menulis pesan kepada saya 'Ini milik Anda, menunggu Anda."

"(Marco) Materazzi kemudian mengirim pesan kepada saya dengan mengatakan 'Jika Anda datang ke Inter, kami akan memenangkan segalanya. Saya tidak memiliki nomornya di ponsel saya jadi saya bertanya kepada (Demetrio) Albertini 'Apakah itu milik Anda?."

"Hal seperti itu tidak pernah terjadi pada saya sepanjang karier saya dan pesan itu sangat membebani keputusan saya," tambah Eto'o.

Eto'o juga menuturkan kata-kata yang diucapkannya di final Liga Champions 2010 kala melawan Bayern Munchen. Sebagai pemain yang sebelumnya memenanginya dengan Barcelona pada 2009, Eto'o coba membagi pengalamannya.

"Pidato saya untuk final tidak lama, saya hanya mengatakan 'Final bukan dimainkan, tapi dimenangi. Kami mati di lapangan dan membawa trofi kembali ke Milan, atau kami mati karena kami tidak kembali ke Milan. Karena itu, mari kami kembali dan membawa piala bersama kami," urai Eto'o.