BolaSkor.com - 26 tahun era Sir Alex Ferguson di Manchester United diwarnai banyak hal selain kesuksesan besar di kancah domestik. Dalam kurun waktu tersebut pria asal Skotlandia diingat di Inggris dengan berbagai hal.

Ada yang mengingat Fergie's time, merujuk kepada momen comeback yang sering dilakukan Man United di masa tambahan waktu atau jelang akhir laga, ada juga yang melihat sosok Ferguson sebagai figur yang otoriter.

Otoritas itu membuatnya jadi sosok dominan yang tak dapat ditentang pemain. Bahkan pemain tersohor seperti David Beckham pergi ke Real Madrid setelah bersinar di United karena kabarnya ribut dengan Ferguson.

Cerita itu semakin terlihat kebenarannya karena sudah banyak mantan pemain yang membicarakan ketegasan Ferguson kala memimpin United. Teranyar mantan bek Man United, Paul Waker menuturkan fakta menarik lainnya.

Parker yang juga mantan bek timnas Inggris yang mencapai semifinal Piala Dunia 1990 berbicara mengenai mantan rekan setimnya, Steve Bruce. Pria yang kini menjabat sebagai manajer Newcastle United pernah merasakan ketegasan Ferguson.

Baca Juga:

Uluran Tangan Juventus untuk Donny van de Beek

Wonderkid Manchester United Jadi Korban Serangan Rasial Pemain Lawan

Menguak Kisah Liverpool Ditikung Manchester United pada Perburuan Cristiano Ronaldo

Roy Keane, Steve Bruce, Paul Scholes

Handphone Bruce pernah dibanting oleh Ferguson karena berdering kala sang manajer tengah berbicara di ruang ganti pada saat jeda babak pertama. Padahal menurut Parker, Bruce menjaga handphone-nya dekat karena istrinya Janet sedang di rumah sakit karena sakit pinggang.

“Saya tidak akan pernah melupakan saat Alex membanting ponsel Steve, yang kebetulan terjadi saat jeda membuat manajer marah," kenang Parker sebagaimana dikutip dari Mirror.

“Steve membiarkan ponselnya menyala karena istrinya Janet dirawat di rumah sakit dengan masalah punggung dan dia sedang menunggu kabar terbaru tentang keadaan istrinya."

“Babak pertama permainan tidak berjalan dengan baik dan Anda bisa mengatakan bahwa kami akan dimarahi karena begitu bos masuk ke ruang ganti, dia melepaskan jaketnya, yang merupakan indikasi bahwa dia serius."

“Dia mulai memberikan perhatian besar kepada sebagian dari kami. Tiba-tiba telepon berdering dan orang pertama yang dia lihat adalah saya karena untuk beberapa alasan dia selalu mengaitkan saya dengan ponsel."

“Untungnya saya tidak bersalah, jadi dia mulai mengikuti barisan pemain, menatap satu per satu, mencoba mencari dari mana asal suara itu. Celakalah orang yang memilikinya."

“Akhirnya, dengan telinga tajamnya, dia tiba di jaket Brucey, memasukkan tangannya ke dalamnya dan mengeluarkan ponsel. Tanpa pikir panjang dia melemparkannya dengan paksa ke tempat sampah, benar-benar menghancurkannya."

“Tidak ada yang mengatakan sepatah kata pun. Bahkan Steve, yang tahu itu tidak akan membuat perbedaan, tetap diam. Anda hanya harus melanjutkannya dan Steve tahu ada pekerjaan yang harus diselesaikan di babak kedua - semua kekhawatiran domestik harus disingkirkan," urai dia.

Steve Bruce merupakan mantan bek tangguh Man United medio 1987-1996. Dalam kurun waktu tersebut Bruce mempersembahkan tiga titel Premier League, tiga Piala FA, satu Piala Liga, serta Piala Winners serta Piala Super Eropa.