BolaSkor.com - Akhirnya, kisah Timo Werner bersama Chelsea memasuki episode terakhir. The Blues tidak keberatan memberikan diskon besar-besaran kepada RB Leipzig yang ingin membawa pulang Timo Werner.

Awalnya, Timo Werner adalah pemain yang diharapkan bisa menjadi mesin gol baru untuk Chelsea. Apalagi, setelah kepergian Eden Hazard ke Real Madrid, The Blues kesulitan menemukan penyerang tajam.

Penampilan Werner selama di RB Leipzig juga menjanjikan. Pemain asal Jerman itu membukukan 90 gol plus 40 assist hanya dalam 156 laga. Usia yang belum lebih dari 25 tahun saat itu kian membuat Werner menarik.

Akhirnya, Chelsea menggelontorkan dana hingga 53 juta euro untuk memboyong Werner. The Blues memenangi persaingan dengan Liverpool yang juga menginginkan servis Werner.

Baca Juga:

Tetap Chelsea di Tengah Gempuran Rayuan Barcelona

Mau Dua Bek Chelsea, tetapi Barcelona Tak Mau Keluar Banyak Uang

Presiden Barcelona Bahas Pemain Incaran, dari Bernardo Silva hingga Cesar Azpilicueta

Werner pun mulai mendapatkan kesempatan menjadi ujung tombak Chelsea. Namun, proses adaptasinya terlihat lambat. Werner acap kali melewatkan kesempatan mendulang gol.

Dari 89 pertandingan, Werner hanya mengemas 23 gol dan 21 assist. Tidak heran, Chelsea mendatangkan penyerang lainnya, Romelu Lukaku, kendati pada akhirnya juga gagal menjadi jawaban.

Todd Boehly yang ingin melakukan perombakan di Chelsea pun menempatkan Werner dalam keranjang jual. Pemain 26 tahun itu sempat dikabarkan menjadi target Juventus.

Namun, pada akhirnya Werner akan kembali membela Leipzig. Menariknya, kali ini klub asal Jerman itu hanya perlu mengeluarkan dana 20 juta euro. Itu artinya, hanya dalam dua tahun, harga Werner merosot drastis hingga 33 juta euro atau sekitar Rp500 miliar.

"Chelsea dan RB Leipzig telah menandatangani kontrak untuk kesepakatan Timo Werner. Semua selesai pada malam hari dengan biaya jaminan 20 juta euro plus bonus. kesepakatan penuh dicapai selama akhir pekan. Werner akan menjalani tes medis hari ini.," tulis pakar bursa transfer, Fabrizio Romano, di Twitter.