BolaSkor.com - Barcelona dikabarkan selangkah lagi memperpanjang kontrak sang megabintang, Lionel Messi. Namun, keputusan tersebut bisa menghadirkan dampak negatif untuk Blaugrana.

Barcelona terlihat tak ingin kehilangan Lionel Messi yang kontraknya berakhir pada Juni 2021. Sikap tersebut bisa dimaklumi. La Pulga adalah pemain terpenting dalam sejarah Barcelona. Messi merupakan pusat dari permainan Barca.

Tak heran, Barcelona melakukan segala cara untuk membuat Lionel Messi bertahan. Pada musim panas lalu, Barca menyebut ada klausul senilai 700 juta euro yang harus dibayarkan tim yang berminat pada Messi. Akhirnya, pemain tim nasional Argentina itu bertahan.

Baca Juga:

Cedera, Barcelona Konfirmasi Operasi Ousmane Dembele

Perpanjangan Kontrak Lionel Messi di Barcelona Masih Gelap

Presiden LaLiga: Real Madrid Lebih Cerdas ketimbang Barcelona

Lionel Messi

Kemudian, Barca menggunakan waktu satu tahun untuk meyakinkan Lionel Messi bertahan. Kabar baiknya, menurut Fabrizio Romano, apa yang diharapkan Barcelona segera menjadi kenyataan. Messi akan meneken kontrak berdurasi dua tahun.

Akan tetapi, kesepakatan tersebut dapat berdampak buruk bagi keuangan Barcelona. RAC1 melaporkan, Barcelona harus mempersiapkan anggaran senilai 200 juta euro atau sekitar Rp3,4 triliun untuk kontrak anyar Messi.

Nilai itu akan membuat tagihan gaji Barcelona melonjak hingga 110 persen dari pendapatan tim. Dengan begitu, Barca akan melanggar batas Financial Fair Play yang hanya memperbolehkan pada angka 70 persen.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Barcelona perlu melakukan cuci gudang. Dengan begitu, beban gaji akan berkurang.

Satu di antara pemain yang digosipkan akan angkat kaki adalah Philippe Coutinho. Kabarnya, sejumlah klub Inggris tertarik dengan mantan pemain Inter Milan tersebut. Dua nama berikutnya yang dikaitkan dengan pintu keluar Barcelona adalah Antoine Griezmann dan Ousmane Dembele.