BolaSkor.com - Pemain tengah Lazio Luis Alberto bakal memberikan keuntungan buat Liverpool jika dijual pada akhir musim ini.

Luis Alberto dilepas Liverpool ke Lazio pada 2016 dengan benderol 4,3 juta poundsterling. Saat itu Alberto dilepas karena dinilai kesulitan bersaing masuk skuat utama.

Baca Juga:

4 Duet Bek Sayap Terbaik Sepanjang Sejarah

Punya Ikatan Kuat, 4 Pemain Skotlandia Pernah Memenangi Titel Liga Bersama Liverpool

Cerita Andrew Robertson: Dibuat Kewalahan oleh Hazard, Menyesal Acak-acak Rambut Messi

Di Italia, Alberto berkembang pesat dan kini menjelma pilar di lini tengah Lazio. Alberto menjadi salah satu faktor meningkatnya performa Lazio.

Pemain Spanyol berusia 27 tahun ini menjadi ruh permainan Lazio asuhan Simone Inzaghi hingga mampu kembali bersaing di papan atas Serie A. Tak pelak lagi, performa apik membuat Luis Alberto menjadi incaran banyak klub Eropa.

Dengan banyaknya peminat, otomatis nilai jual pemain yang menawali karier di Sevilla dan pernah memperkuat Barcelona B itu melonjak.

Seperti dilansir Mirror, Liverpool diuntungkan dengan performa apik sang pemain. Hal ini dikarenakan The Reds bakal dapat keuntungan sebesar 30 persen dari harga jual Alberto yang kini diperkirakan mencapai 70 juta poundterling.

Hal itu sesuai klausul kesepakatan transfer yang menyebutkan Liverpool bisa mendapatkan dana dari hasil penjualan Alberto ke klub lain.

Dengan kata lain, Liverpool akan mendapatkan dana segar 20 juta poundsterling jika Lazio menjual Alberto sesuai dengan harga yang diperkirakan. Dana ini tentu saja bisa digunakan The Reds untuk melengkapi skuat menghadapi kompetisi musim depan.

Menariknya, salah satu klub yang sangat berminat adalah Everton, rival sekota Liverpool. Media Inggris sempat mengabarkan Everton siap membayar 70 juta poundsterling kepada Lazio, sekaligus menjadikan Luis Alberto sebagai pembelian termahal sepanjang masa The Toffees.

Armada Jurgen Klopp sendiri memang membutuhkan dana untuk memboyong pemain anyar karena finansial klub yang tidak terlalu bagus akibat pandemi virus corona.