BolaSkor.com - Bali United perlu menghadirkan sosok baru untuk melengkapi staf kepelatihan setelah hengkangnya Eko Purdjianto dan Roni Azani ke Persis Solo. Hal ini dirasa mendesak mengingat Serdadu Tridatu dalam persiapan ke Piala AFC 2021.

Ada empat sosok dalam staf kepelatihan yang kini tak lagi di Bali United. Dimulai dari pelatih kiper, Andrew Keith Petterson dan asisten pelatih, Addison Alves, kemudian menyusul asisten pelatih, Eko Purdjianto dan pelatih fisik, Roni Azani. Eko dan Roni reuni di Persis Solo.

Saat ini, Bali United baru kehadiran pelatih asal Brasil, Marcelo Pires dan putra Gianyar, I Made Wardana. Keduanya menempati posisi sebagai pelatih kiper. Sementara untuk pengganti Addison, Eko dan Roni, Bali United belum membuat pengumuman resmi.

Praktis, dalam latihan, Bali United hanya dipimpin Stefano Cugurra sebagai pelatih kepala didampingi Yogi Nugraha sebagai pelatih fisik. Jelas ini tak ideal untuk tim yang bersiap menuju Piala AFC 2021.

Beredar kabar posisi asisten pelatih akan ditempati pelatih asal Brasil. Namun, Stefano Cugurra belum berbicara mengenai sosok pengganti Eko dan Addison.

Baca Juga:

Pelatih Fisik Bali United Susul Eko Purdjianto ke Persis Solo

Gelandang Bali United Bicara Calon Lawan di 8 Besar Piala Menpora

"Dari tahun 2020 hingga sekarang, kita sudah kehilangan dua asisten, Eko dan Addison serta Rony. Mudah-mudahan bisa datang penggantinya, tapi kita tunggu kabar dari manajemen," terang Stefano Cugurra, Selasa (6/4) siang.

Teco, sapaan akrabnya, tentu saja butuh rekan diskusi soal strategi atau pun persiapan. Performa Bali United mendapat kritik pedas dari pendukung setianya. Level permainan Fadil Sausu dkk. dianggap masih jauh untuk tim yang akan bermain di Piala AFC 2021.

Teco pun punya pembelaan atas kritik yang datang dari suporter. Dia menilai Piala Menpora merupakan ajang adaptasi bagi pemain setelah tak berkompetisi setahun lebih. Bukan Bali United saja namun keseluruhan tim.

"Ini masih awal musim, tapi fans boleh bebas menilai. Yang penting ketika datang kompetisi AFC, semua harus tetap support agar pemain bisa percaya diri," tutur Teco.

Situasi wakil Indonesia menuju Piala AFC tak mudah. Para kompetitor dari Asia Tenggara, seperti Malaysia, Vietnam bahkan Kamboja, sudah bertanding dalam kompetisi resmi sejak pertengahan tahun lalu.

"Lawan kita dari Kamboja dan Vietnam, liganya tidak berhenti pada 2020 lalu. Sekarang, sudah mulai lagi kompetisi musim 2021. Di Indonesia, cuma ada Piala Menpora," jelas Teco. (Laporan Kontributor Putra Wijaya/Bali)