BolaSkor.com - Kabar mengejutkan datang dari Bali United. Setelah latihan perdana dilakukan di Lapangan Trisakti, Legian, Badung Senin (3/8), bek kiri asal Maluku, Anan Lestaluhu justru pamit meninggalkan Bali United.

Anan menulis pesan perpisahan di Instagram pribadinya. Hal ini cukup mengejutkan lantaran Bali United menjadikan Anan sebagai salah satu amunisi di sektor bek kiri.

Belum diketahui apa yang membuat Anan meninggalkan Bali United. Dalam pesan yang ditulis di instagram, Anan hanya mengucapkan terima kasih pada jajaran tim pelatih dan para pemain senior.

"Hari ini tanggal 4 Agustus , Anan ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada pelatih dan abang-abang senior semua atas kerja sama dan bimbingan yang di berikan kepada anan selama ini."

"Anan sangat senang dan bangga bisa berkolaborasi dengan pelatih serta abang-abang senior. Anan mendapat pelajaran dan pengalaman hidup paling berharga dalam tim ini."

"Kerja sama ini merupakan pengalaman karir yang sangat baik bagi Anan, karena itu Anan ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pelatih, senior dan rekan-rekan semua, dan juga Anan ingin minta maaf yang sebesar besarnya jika Anan pernah menyakiti dengan lisan maupun sikap, sengaja ataupun tidak, karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik TUHAN."

Baca Juga:

Bali United Pantau Empat Pemain Trial, Salah Satunya Eks Borneo FC

Latihan Dimulai Lagi, Bali United Fokus Kembalikan Kondisi Fisik Selama Dua Pekan

"Dari pada ucapan “Selamat tinggal”, masih lebih baik ucapan “Sampai ketemu kembali” dalam keadaan sehat wal afiat, terimakasih juga kepada SEMETON DEWATA, yg selalu suport, Jaya terus BALI UNITED," tulis Anan dalam status instagram pribadinya.

Kehadiran pemain trial asal Papua, Dance Kambu bisa jadi merupakan sinyal Bali United mencari pengganti Anan Lestaluhu. Eks Borneo FC U-18 ini bisa berposisi sebagai bek kanan maupun bek kiri.

Dance Kambu sudah hadir dalam sesi latihan kemarin. Statusnya masih trial. Selain dia, ada pula tiga pemain asal Bali United U-18, Made Tri Somanada, I Gede Agus Mahendra dan Arya Duta Kusuma. (Laporan kontributor Putra Wijaya/Bali)