BolaSkor.com - Legenda Juventus, Gianluigi Buffon, mengaku kecewa melihat fans Bianconeri yang menyebut Antonio Conte sebagai pengkhianat setelah dia bergabung dengan Inter Milan. Buffon menilai itu sebagai pilihan profesional bagi Conte.

Conte, 49 tahun, melatih Inter per musim 2019-20 menggantikan Luciano Spalletti. Pernah membela Juventus (1991-2004) dan juga melatih La Vecchia Signora (2011-2014), Conte dicap sebagian fans sebagai pengkhianat.

Bahkan beberapa di antara mereka ingin bintang Juventus di hall of fame dihapus karena pilihannya melatih Inter, tim rival bebuyutan Juve di Italia. Buffon sedih melihat tudingan tersebut. Menurut kiper berusia 41 tahun itu, Conte sosok yang selalu berkomitmen dan berdekasi dengan pekerjaannya, termasuk saat melatih Juventus.

Baca Juga:

Misi Antonio Conte Bersama Inter Milan: Runtuhkan Dominasi Juventus di Serie A

Gianluigi Buffon Bakal Tutup Karier di Klub Pertamanya

Ditinggal Iker Casillas, Porto Ingin Rekrut Gianluigi Buffon

Antonio Conte dan determinasi melatih yang sangat tinggi

"Apa yang benar-benar membuat saya kecewa dan juga menyakiti saya adalah melihat beberapa fans Juve meminta bintang Conte di hall of fame dilepas setelah dia gabung Inter," tutur Buffon kepada Corriere dello Sport.

"Saya merasa bahwa saya berada di dunia Juve, saya kenal direktur-direkturnya, pemain-pemain, dan juga fans, jadi saya tahu apa yang diberikan Antonio kepada klub dan apa yang diwakilkannya."

"Dia memeras tiap keringatnya untuk Juve, memberikan segalanya untuk dirinya sendiri. Sebagai pemain, dia tidak pernah menahan demi kebaikan tim. Sebagai pelatih, dia membawa skuat dan menarik mereka kepada kesuksesan dengan kejelasan dan tidak pernah berhenti bernafas."

Pilihan Conte melatih Samir Handanovic dkk, menurut Buffon, murni karena profesional pekerjaan. Malah, kiper yang saat ini berstatus free transfer melihat kembalinya Conte di Italia, setelah melatih Chelsea, sebagai hal yang bagus untuk sepak bola Italia.

"Pilihan profesional, meski itu mengejutkan, tidak dapat menghilangkan intensitas masa lalunya. Dia tidak pernah mengkhianati Juventus, dia bukan tipe orang yang mencium baju, mengumbar proyek secara umum lalu di belakang memulai konflik," imbuh Buffon.

"Saya melihatnya kembali ke Serie A sangat penting untuk keseluruhan sepak bola Italia, dengan cara yang sama saya melihat Paolo Maldini, Zvonimir Boban, dan Maurizio Sarri," pungkasnya.