BolaSkor.com - Ada percakapan menarik ketika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Liga Indonesia Baru (LIB), Senin (18/5) kemarin. Di mana, Cucu Somantri meminta izin kepada para pemegang saham untuk mundur dari jabatannya selaku Direktur Utama PT LIB.

Pemintaan mundur Cucu Somantri memantik kritik General Manager Borneo FC, Firman Achmadi. Ia menilai Cucu kurang tegas atas permasalahan di PT LIB, mulai dari kepastian subsidi klub dan rencana bisnis kompetisi.

"Saya akan mundur dari PT LIB. Saya mau cepat mengundurkan diri. Saya tak mau berlarut-larut, semua untuk menghargai para pemegang saham,” kata Cucu Somantri.

“Kalau mau mundur, segera saja mundur. Jika Bapak sudah mundur, apapun yang Bapak sampaikan itu tidak akan berlaku. Pimpinan rapat segera diambil alih PSSI,” tegas Firman Achmadi.

Baca Juga:

TIRA-Persikabo dan Persita Tangerang Sudah Terima Subsidi Termin Kedua Secara Penuh

Ketum PSSI Minta PT LIB Bayar Subsidi Termin Kedua Klub Liga 1 Paling Telat Sore Ini

Cucu Somantri mundur bersama Komisaris Utama Sonhadji, anggota Komisaris Hasani Abdulgani dan Hakim Putratama. Kabar mundurunya Cucu Somantri sebenarnya sudah santer terdengar sejak diduga melakukan nepotisme. Di mana, ia memasukkan sang anak Pradana Aditya dalam struktur organisasi PT LIB sebagai General Manajer (GM).

Dengan adanya kabar tersebut, akhirnya tiga direksi PT LIB, Direktur Operasional Sudjarno, Direktur Bisnis Rudy Kangdra, dan Direktur Keuangan Anthony Chandra Kartawiria meminta RUPS Luar Biasa digelar dan disetujui oleh para pemegang saham.

Meski Cucu Somantri mundur, RUPS Luar Biasa langsung diambil alih PSSI melalui Ketua Umum (Ketum) Mochamad Iriawan. Iwan Bule pun memberikan kepastian untuk meminta PT LIB membayarkan subsidi termin kedua klub Liga 1 2020 sebesar Rp520 juta. Seluruh klub pun akhirnya sudah menerima subsidi termin kedua tersebut.

Meski begitu, klub Liga 2 rata-rata masih belum menerima subsidi termin pertama. Hanya beberapa klub yang sudah mendapat subsidi termin pertama. Selanjutnya, mengenai lebih lanjut pengganti Cucu Somantri dan tiga komisaris, baru akan dibahas dalam RUPS selanjutnya usai Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.