BolaSkor.com - Kepala Bidang Pembinaan dan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, mengungkapkan alasan tidak mengacak ganda campuran pada turnamen internal PBSI. Hal itu karena persaingan dianggap merata.

PBSI menggelar turnamen bekerja sama dengan Mola TV yang bertajuk Mola TV PBSI Home Tournament. Ajang tersebut digelar per sektor selama beberapa pekan.

Sektor ganda putra menjadi yang pertama melakukan kompetisi internal. Menariknya, pasangan putra dipecah sehingga peserta tidak dengan pasangan asli mereka.

Setelah itu kompetisi internal PBSI akan dilanjut dengan ganda campuran. Namun, berbeda dengan ganda putra, sektor tersebut tidak mengalami pemisahan.

Baca Juga:

Catatan PBSI dari Penyelenggaraan Turnamen Internal

2 Opsi Indonesia Open 2020, Termasuk Tanpa Penonton

Susy pun menyebutkan alasan di balik keputusan tersebut. Pemenang Olimpiade 1992 itu mengatakan para pemain muda memiliki kesempatan mengalahkan senior mereka.

"Menurut saya, kekuatan di ganda campuran cukup merata. Masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi," ujar Susy setelah pengundian jadwal pertandingan.

"Pemain-pemain muda pun punya kesempatan untuk bisa mengalahkan yang di atas mereka peringkatnya. Misalnya Teges/Indah. Bukan berarti mereka tidak bisa mengalahkan yang lebih senior," lanjutnya.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti memang masih menjadi favorit di sektor ganda campuran. Namun ada Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil.