BolaSkor.com - Arema FC mulai berhitung dengan besaran potensi kerugian yang dialami, pasca semua jadwal pertandingan Liga 1 ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Padahal, setiap pertandingan kandang Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang bisa memutar roda ekonomi bagi para pelakunya. Tak tanggung-tanggung, setidaknya potensi pendapatan hingga Rp1 Miliar harus lenyap dengan tidak ada pertandingan.

"Kita semua tetap berdoa agar situasi ini cepat kembali pulih. Walau pun tidak ada pertandingan, dan banyak kerugian untuk klub," papar Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Baca Juga:

Bhayangkara FC Akhirnya Menghentikan Kegiatan Sampai Batas Waktu yang Belum Ditentukan

Aji Santoso Tak Izinkan Pemain Asing Persebaya Pulang Kampung di Tengah Pandemi Virus Corona

Yang pertama, tentu saja hasil dari penjualan tiket pertandingan. Jika dalam satu pertandingan dihadiri 15 ribu penonton saja, maka ada Rp450 juta potensi pendapatan dengan banderol Rp30 ribu untuk tiket tribun ekonomi.

Yang kedua, hilangnya potensi pendapatan dari pihak sponsor yang kerap melakukan promosi melalui papan iklan elektronik maupun spanduk-spanduk di sekitar Kanjuruhan.

Dan yang ketiga, tentu saja hilangnya hiburan menarik bagi masyarakat Malang Raya, melalui gelaran pertandingan tim Singo Edan.

"Juga ada kerugian dari para pedagang asongan, baik yang bersinggungan langsung maupun tidak langsung," tambahnya.

Potensi kerugian itu pun dipastikan akan lebih besar jika pada akhirnya, status Liga 1 menjadi force majeur. Artinya, Arema FC mesti merelakan potensi pendapatan Miliaran Rupiah dari gelaran 16 pertandingan kandang, setelah baru menggelar super big match kontra Persib Bandung (8/3) lalu. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)