BolaSkor.com - Emmanuel Adebayor, striker asal Togo yang kini bermain dengan Istanbul Basaksehir, bercerita soal pengalamannya kala memperkuat Real Madrid di tahun 2011. Satu pengalaman yang diceritakannya melibatkan Cristiano Ronaldo dan Jose Mourinho.

Sama-sama berasal dari Portugal dan memiliki mentalitas pemenang, Mourinho dan Ronaldo pernah dipertemukan di Madrid pada medio 2010-2013. The Special One melatih El Real setelah sukses mempersembahkan treble kepada Inter Milan di tahun 2010.

Sementara Ronaldo baru setahun berada di Madrid setelah pindah dari Manchester United di tahun 2009. CR7 berada dalam kondisi prima kala itu dan rajin menorehkan gol lebih dari 30-40 gol tiap musimnya di seluruh kompetisi.

Kendati demikian, kehebatan Ronaldo itu tidak langsung membuat Mourinho puas atau cepat kagum dengan kualitas dan ketajaman gol yang dimilikinya. Menurut Adebayor, pada musim 2010-11, Mourinho pernah 'membunuh' kebahagiaan skuat Madrid dan Ronaldo, meski sang pemain menorehkan hat-trick gol.

Baca Juga:

Hasil Kompetisi Eropa: Inkonsistensi Real Madrid Berlanjut

Jose Mourinho Kirim Kode Bakal ke Italia

Cristiano Ronaldo Emoh Kembali, Misi Pencarian Striker Anyar Real Madrid Tidak Berhenti

Emmanuel Adebayor dan Cristiano Ronaldo

"Mou pernah membunuh Cristiano Ronaldo setelah ia menorehkan hat-trick gol. Dia memberitahunya 'Semuanya melihat Anda sebagai yang terbaik di dunia, tapi Anda bermain dengan sangat buruk, tunjukkan kepada saya bahwa Anda yang terbaik'," tutur Adebayor kepada Dailymail.

Tidak berhenti kepada Ronaldo saja, Mourinho juga memarahi skuat Madrid di ruang ganti pemain, meski faktanya mereka sudah unggul 3-0.

"Kami unggul 3-0 di paruh pertama. Mourinho datang ke ruang ganti pemain dan menendang kulkas, melempar botol minuman dan membunuh (kebahagiaan) kami semua," lanjut penyerang berusia 35 tahun tersebut.

Sifat yang diperlihatkan Mourinho itu, lebih lanjut menurut Adebayor, sangat berbanding terbalik dengan mantan pelatihnya di Arsenal, Arsene Wenger.

"Satunya tenang (Wenger) dan satunya tidak. Saya ingat suatu hari kami kalah 1-2 di (markas) Arsenal dan kami bermain buruk. Wenger datang dan berkata 'Tenang, kami bermain sempurna, kami punya 65 persen penguasaan bola', tapi Thierry Henry membalasnya 'Siapa yang peduli? Kami kalah!'. Itulah perbedaan Wenger dan Mourinho," terang Adebayor.

Baik Mourinho dan Wenger saat ini tidak sedang melatih klub di Eropa. The Special One menganggur sejak dipecat Manchester United Desember silam, sementara Wenger mengakhiri dedikasi 22 tahun melatih Arsenal di akhir musim lalu.