BolaSkor.com - Partai pekan terakhir Liga 1 antara Persija Jakarta melawan Mitra Kukar yang berakhir 2-1 untuk kemenangan tuan rumah dituduh telah diatur hasilnya. Berkat tiga poin itu pula, tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut berhasil menggenggam trofi juara.

Indikasi pun mengarah kepada dugaan bahwa gelar juara Persija telah di-setting di partai terakhir. Nama Macan Kemayoran pun tercoreng. Getahnya menjalar ke suporter. Fans pun gontok-gontokkan di media sosial mendengar klub rivalnya, Persib Bandung, disebut menjadi satu dari tiga klub yang tidak meminta bantuan wasit pada musim lalu.

Berdasarkan keterangan sejumlah wasit yang diperiksa, Wakil Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Krishna Murti berani menyebut hanya tiga klub yang tidak meminta bantuan ke wasit. Ketiga klub tersebut adalah PSM Makassar, Persipura Jayapura, dan Persib Bandung.

Baca Juga:

Gelandang Timnas Indonesia: Kenapa Wajah Perangkat Pertandingan di Mata Najwa Ditutupi?

Persija Disebut di Mata Najwa, Ismed Sofyan Minta Pembuktian

"Bobotoh (pendukung Persib) dan Jakmania ini memang panas, jadi jangan ditambah panas. Justru harusnya petinggi-petinggi itu (Satgas Anti Mafia Bola) semua berusaha bagaimana caranya membuat statement adem karena kita ini korban," ujar Ketua Umum Jakmania, Tauhid Indrasjarief kepada wartawan.

"Jakmania maupun Viking (Bobotoh) sama-sama korban kalau memang benar-benar ada pengaturan kita sama-sama korban. Dan Jakmania akan jadi orang pertama yang minta kalau memang ada pengaturan, Persija akan minta dikembalikan lagi saja pialanya," kata pria yang karib dipanggil Bung Ferry itu.

Karena masih berupa tuduhan, Bung Ferry meminta nama Persija jangan selalu dikait-kaitkan dengan manuver Satgas Anti Mafia Bola. Untuk itu, pria berusia 53 tahun itu masih menganggap timnya merupakan kampiun Liga 1 musim lalu.

"Tapi sebelum itu dibuktikan ya jangan spekulasi, ini kita sampai detik ini kita menganggap kita tetep juara yang sah. Kita tetap berada di tribun karena kita ini menghargai jerih payah pemain, keringat pemain yang kita hargai.
Selama itu tidak bisa dibuktikan saya anggap itu omong kosong, tapi tolong pihak-pihak lain jangan memperkeruh keadaan," terang Bung Ferry.