BolaSkor.com - Pelatih kiper Persib Bandung, Luizinho Passos menceritakan sedikit perjalanan karier kepelatihannya. Hingga akhirnya berlabuh ke Indonesia.

Menurutnya, butuh upaya ekstra keras untuk bisa menjadi pelatih kiper yang dibutuhkan para klub. Sebelum berkiprah di sepak bola Indonesia, Luizinho Passos sudah 10 tahun menjajal karier kepelatihan di negara asalnya, Brasil.

"Perlu waktu yang lama untuk menyiapkan segalanya di Brasil untuk menjadi pelatih kiper tahun 2017 lalu saya mendapat tantangan untuk bekerja di Indonesia," ungkap Passos saat dihubungi.

Selama 10 tahun berkarier di Brasil, Passos sudah bekerja untuk sejumlah klub besar, satu di antaranya adalah Cruzeiro. Di sana, dia sempat bekerja sama dengan sejumlah kiper ternama di Brasil seperti Fabio, Rafael, hingga Lucas Franca.

Baca Juga:

Tekad Luizinho Passos di Persib, Antar Teja Paku Alam Kembali ke Timnas hingga Tembus Klub Luar Negeri

Alasan Rohit Chand Betah Berseragam Persija Jakarta

"Cruzeiro sangat berpengaruh pada karier profesional saya, saya bekerja dengan pelatih-pelatih hebat di sana. Saya pernah bekerja dengan kiper seperti Fabio, Rafael, Lucas Franca, dan Gabriel Brasao. Cruzeiro adalah tim besar dengan suporter yang fanatik," kenangnya.

Luizinho Passos pun tak menyesal melanjutkan karier kepelatihannya bersama klub Indonesia. Terlebih masyarakat Indonesia menggilai olahraga sepak bola.

"Saya rasa itu cukup menarik karena di sini orang sangat menggilai sepak bola, dan perkembangan sepak bolanya sangat baik. Saya melihat itu kesempatan yang bagus buat saya, untuk menunjukan kualitas saya, dan saya sangat senang," katanya.

Klub Indonesia pertama yang ditanganinya adalah Borneo FC. Kehadirannya benar-benar memberi perbaikan terutama untuk sektor kiper.

Hari pertama bekerja, Passos langsung membenahi teknik tiga kiper Borneo FC saat itu, yakni Muhammad Ridho, Nadeo Argawinata, dan David Ariyanto.

Hasilnya, Muhammad Ridho yang selama ini menjadi pilihan utama Borneo FC, mendapatkan panggilan untuk membela timnas Indonesia. Hingga akhirnya Ridho mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan Madura United.

Musim berikutnya, Passos bekerja bersama dengan Nadeo Argawinata, Alfonsius Kevlan, Gianluca Pandeynuwu dan kiper muda seperti Muhammad Zulfikri. Namun di pertengahan musim Alfonsius memutuskan untuk pergi menuju klub Liga 2 PSMS Medan.

Gianluca menjadi wajah baru yang diberi kepercayaan untuk tampil mengawal gawang Borneo FC sejak kepergian Nadeo ke Timnas Indonesia U-22. Mantan kiper Timnas U-19 itu tampil apik di beberapa laga melawan tim besar seperti Persebaya Surabaya dan Bali United yang mampu dikalahkan dengan skor telak 6-0.

Nadeo tampil dalam 19 pertandingan Liga 1 musim ini dengan mencatat enam cleansheet. Sementara Gianluca sudah turun di tujuh laga terakhir Borneo FC dengan mencatat tiga laga tak kebobolan.

Prestasi Passos lantas diendus Persib. Tim berjulukan Maung Bandung ini berkeinginan melakukan perubahan di posisi pelatih kiper. Apalagi posisi pelatih kiper di Persib tak terisi setelah Gatot Prasetyo menyatakan mundur dengan alasan ingin fokus pada pekerjaannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)