BolaSkor.com - Belum mereda polemik terkait ban kapten, Mohamed Salah kembali dibuat kecewa Jurgen Klopp. Manajer Liverpool tersebut menegaskan bahwa pemain asal Mesir itu bukan eksekutor penalti utama The Reds.

Klopp mengaku tanggung jawab itu masih diemban oleh James Milner. Sementara Salah berstatus sebagai cadangan.

Pernyataan Klopp tersebut sangat mengejutkan mengingat Salah kerap menjadi eksekutor penalti Liverpool sejak bergabung pada musim panas 2017. Kesempatan itu dimanfaatkannya dengan maksimal dengan mencetak 15 gol dari 16 kesempatan.

Baca Juga:

Prediksi Liverpool Vs West Brom: Maksimalkan untuk Jaga Jarak

Bukan Gerrard, Liverpool Bidik Eks Liverpool Lain sebagai Penerus Klopp

Klopp Ungkap Satu-satunya Alasan yang Bisa Bikin Salah Tinggalkan Liverpool

James Milner

"James Milner adalah eksekutor penalti pertama, tetapi ketika James tidak bermain maka itu menjadi milik Mo (Salah). Ketika Millie berada di lapangan maka dia dapat memutuskan," kata Klopp dilansir dari Goal.

"Terkadang anda tidak merasa 1.000 persen atau anda berpikir, 'Dia sudah mencetak dua gol' dan hal-hal semacam ini. Itu tidak berubah, kami tidak membicarakannya untuk waktu yang sangat lama."

"Seringkali, mungkin Millie tidak berada di lapangan tetapi saya pikir saya ingat setidaknya sekali ketika Millie berada di lapangan dan memberikannya kepada Mo." tambahnya.

Milner memang akan segera merumput kembali setelah absen karena cedera. Laga kontra West Brom bisa menjadi momen comeback bagi pemain berusia 34 tahun itu setelah absen sekitar satu bulan.

Rekornya dalam mengeksekusi penalti juga cukup baik. Ia sudah mencetak 19 gol dari titik putih dan hanya dua kali gagal.

Menarik melihat siapa yang akan menjadi eksekutor andai Liverpool dihadiahi penalti saat Milner dan Salah berada dalam lapangan. Apalagi Salah sudah merasa diperlakukan tak adil kala tak ditunjuk sebagai kapten pada laga kontra Midtjylland pada ajang Liga Champions.

Hal-hal semacam ini bisa mengganggu harmonisasi di dalam tim dan berdampak buruk. Maka dibutuhkan kedewasaan para pemain untuk menghadapi situasi tersebut.