BolaSkor.com - Manajer asal Norwegia, Ole Gunnar Solskjaer, sudah melatih Manchester United selama setengah musim sejak menggantikan Jose Mourinho pada Desember 2018. Kerapkali menghadapi realitas yang pahit, Solskjaer sadar sepak bola nyata bukanlah Football Manager.

Maksud Football Manager itu adalah game simulasi sepak bola saat penggunanya bisa jadi seorang manajer atau pelatih klub, yang juga mengatur taktik, pintar-pintar membelanjakan uang dari klub, serta mengorganisir skuat yang dimiliki.

Kerapkali pemain Football Manager merasa sudah menjadi manajer yang hebat tiap kali klub yang dibesutnya meraih sukses. Tapi, kenyataan tidak semudah memainkan game tersebut. Solskjaer juga merasakannya.

Baca Juga:

Tagar #UnfollowManUnited Membahana di kala Liverpool Lolos Dramatis ke Final Liga Champions

Mantan Pemain Ungkap Sisi Positif Kegagalan Manchester United Berlaga di Liga Champions

Dua Sisi Berbeda Manchester United sebelum dan sesudah Kontrak Permanen Solskjaer

Game Football Manager dari masa ke masa

Pada awalnya Man United baik-baik saja di bawah asuhan legenda klub medio 1996-2007 itu. Namun, semenjak ditunjuk jadi manajer permanen pada akhir Maret lalu, performa tim menurun drastis hingga akhirnya gagal menempati empat besar Premier League dan tidak meraih trofi selama dua musim beruntun.

Solskjaer menggambarkan perjalanannya sebagai manajer United bak roller coaster - naik turun. Meski lelaki berusia 46 tahun sudah pernah melatih tim cadangan United (2008-2011), Molde (2011-2014 dan 2015-2019), dan Cardiff City (2014) sebelumnya, Solskjaer masih mengakui sulit melatih klub sepak bola.

"Perjalanan Manchester United di musim 2018/19 seperti roller coaster. Kami menjalankan start yang fantastis, semua orang menikmatinya. Saat Anda memenangkan pertandingan, Anda akan merasa percaya diri, tersenyum dan menikmati hal tersebut," tutur Solskjaer, dilansir dari Goal.

"Lalu kami dihadapkan dengan permasalahan cedera, ada momen naik dan turun yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Itulah sepakbola. Kami sedang tidak memainkan Football Manager, Anda juga harus mengatasi beberapa hal di luar sepakbola," sambungnya.

Ole Gunnar Solskjaer

Man United menjadi satu-satunya klub di enam besar Premier League yang tak punya target khusus di akhir musim ini, di saat Liverpool dan Tottenham Hotspur lolos dramatis ke final Liga Champions, begitu juga dengan Arsenal dan Chelsea di final Liga Europa.

Sementara Manchester City telah menjuarai Piala Liga dan berpotensi meraih treble di ajang Premier League dan Piala FA.