BolaSkor.com - Legenda Real Madrid, Predrag Mijatovic, mengomentari kabar duka meninggalnya Lorenzo Sanz, mantan Presiden Real Madrid medio 1995 hingga 2006. Mijatovic syok dengan kabar itu dan juga mengenang momen La Septima (titel ketujuh Liga Champions).

Lorenzo Sanz meninggal dunia setelah bertarung melawan virus corona. Riwayat penyakit darah tinggi dan gagal ginjal menjadi komplikasi meninggalnya lelaki berusia 76 tahun. Kabar itu mengejutkan publik, khususnya Real Madrid.

Sejarah akan terus mengenang era Lorenzo Sanz ketika ia merekrut bintang-bintang Eropa seperti Roberto Carlos, Predrag Mijatovic, dan Davor Suker. Apalagi dia mempersembahkan La Septima atau titel ketujuh Liga Champions.

Mijatovic terpukul dengan kabar itu dan sangat sedih tidak sempat bertemu dengan Sanz di momen terakhir sebelum meninggal dunia.

Baca Juga:

Mengenang Lorenzo Sanz, Presiden La Septima yang Mengubah Sejarah Real Madrid

4 Pemain yang Jadi Fondasi Kebangkitan Real Madrid di Era Lorenzo Sanz

Eks Presiden Real Madrid, Lorenzo Sanz Meninggal Dunia karena Virus Corona

Predrag Mijatovic dan Lorenzo Sanz

"Meninggalkan seperti ini, tanpa bisa mengucapkan selamat tinggal, tanpa bisa mengucapkan selamat tinggal terakhir, sangat sulit, sangat sedih," ucap Mijatovic dikutip dari Marca.

"Ini salah satu malam paling menyedihkan dalam hidup saya. Saya telah melakukan kontak permanen dengan Fernando (Sanz) dalam beberapa hari terakhir dan saya tahu apa yang mereka alami karena mereka bahkan tidak dapat berbicara dengannya, seperti halnya dengan banyak orang yang berada di rumah sakit.

"Kesedihan karena tidak bisa mengunjunginya karena (potensi) penularan sangatlah kejam Saya masih tidak percaya. Saya menganggapnya sebagai seorang ayah. saya memiliki begitu banyak cinta untuknya. Dia adalah orang yang sangat penting dalam hidup saya. Kami masih saling mengirim pesan, makan bersama setiap saat, kami bersatu."

"Dalam hidup, ada orang yang meninggalkan bekas pada Anda dan Lorenzo adalah salah satunya. Dia melakukan segalanya untuk saya, dia merekrut saya dan kemudian kami mengalami banyak hal bersama. Saya sangat sedih," terang Mijatovic.

Lelaki berusia 51 tahun yang bermain di Madrid pada medio 1996-1999 yakin Madrid akan memberi penghormatan sebaik mungkin kepada Lorenzo Sanz. Mijatovic mengenang baik bagaimana hubungannya dengan Sanz.

"Dia adalah orang yang hebat dan presiden yang hebat, salah satu yang terbaik dalam sejarah. Dia merekrut saya dan, sejak saat itu, kami memiliki hubungan yang sangat baik. Musim La Septima tak terlupakan," cerita Mijatovic.

"Ini adalah malam yang sangat menyedihkan bagi kita semua dan (khususnya) tidak bisa mengucapkan selamat tinggal padanya."

"Saya berharap keluarga Real Madrid, ketika ini berlalu karena syukur kepada Tuhan itu akan berlalu, akan memberinya penghormatan yang layak diterimanya. Semua orang, anggota keluarga, teman, dan seluruh keluarga Real Madrid. Kami telah kehilangan seorang presiden yang menandai era," pungkas Mijatovic.