BolaSkor.com - Ada hikmah yang bisa diambil dalam penundaan kompetisi Liga 2 2020 hingga Februari 2021. Bek Mitra Kukar, Riskal Susanto bisa fokus untuk mengembangkan bisnis konveksi yang dijalankannya di Samarinda.

Bisnis konveksi ini sudah dijalankan Riskal selama lima bulan. Usaha yang diberi nama Fiisabilillah Apparel ini fokus pada pembuatan jersey olahraga, terutama sepak bola dan futsal.

"Ini inisiatif saya pribadi untuk usaha konveksi di Samarinda. Kebetulan ada basic usaha juga dari keluarga. Saya belajar tentang bisnis apparel ini dari kerabat teman yang ada di Jogja," terang Riskal Susanto.

Pada awal memulai usaha ini, Riskal fokus pada pasar yang ada di Samarinda. Menurut Riskal, bisnis konveksi yang ada di Samarinda terus berkembang.

Baca Juga:

Liga 2: Bisnis Kuliner Jadi Pilihan Striker Semen Padang dan Gelandang PSMS untuk Tambah Pemasukan

Liga 2: Kompetisi Digelar Februari 2021, PSIM Yogyakarta Soroti Subsidi dari PT LIB

Penundaan kompetisi ini menjadi momen tepat bagi Riskal untuk lebih fokus lagi. Mulai dari mesin, jenis kain hingga pelayanan pelanggan bisa dilayani langsung oleh Riskal.

"Sementara ini saya urus sendiri, karena liga juga baru ditunda. Jadi ada waktu untuk handle. Alhamdulillah sejauh ini lancar," tutur mantan kapten PSIM Yogyakarta ini.

Riskal bukan pemain sepak bola pertama yang membuka bisnis konveksi ini. Ada pula bek PSS Sleman, Derry Rachman Noor yang membuka bisnis serupa di Kalimantan Timur, tepatnya Kota Bontang.

"Iya benar, Derry buka di Bontang. Ada juga Dicky Prayoga yang buka di Malang," jelas Riskal.

Bisnis ini bisa menambah optimis Riskal melewati masa pandemi, sekaligus modal ketika suatu saat nanti pensiun sebagai pemain. Untuk saat ini, Riskal masih ingin bermain dan membantu Mitra Kukar meraih prestasi di Liga 2 2020. (Laporan Kontributor Putra Wijaya)