BolaSkor.com – Kepergian Maverick Vinales dari Yamaha tampaknya belum bisa meredakan amarah Lin Jarvis. Managing Director tim Yamaha ini akhirnya membuka sifat jelek yang dimiliki Vinales.

Jika ditarik ke belakang, perseteruan antara Vinales dan Yamaha bermula dari aksi yang dilakukan Top Gun saat berlangsungnya MotoGP Autria. Secara sengaja Vinales memelintir gas motornya hingga mencapai limit.

Namun nyatanya, sebelum peristiwa tersebut terjadi, Vinales ternyata sudah membuat Yamaha merasa kesal. Vinales selalu memberikan pernyataan negatif dan kritik kepada Yamaha tanpa mau berusaha untuk memberikan kontribusi.

Baca Juga:

Kondisi Ban Michelin Bikin Bagnaia Berang

Kubur Ambisi Martin, Marquez Ucapkan Permintaan Maaf

“Dalam kpntrak ada beberapa hal yang tidak boleh dikatakan. Terdapat batasan yang tidak boleh dilewati, pernyataan negatif harus dihindari,” tutur Jarvis dikutip dari tuttomotoriweb.it.

“Anda tidak akan bisa melaju lebih cepat hanya dengan memberikan kritik kepada tim. Beberapa pandangan harusnya diekpresikan dalam rapat internal, bukan di publik. Kami berbicara ke Maverick dan mengkomplainnya,” sambungnya.

Padahal saat itu Yamaha sudah berusaha keras untuk membantu Vinales. Bahkan Yamaha memiliki ambisi untuk dapat meraih keberhasilan bersama Vinales. Namun sayangnya, Vinales justru hanya mampu menyalahkan tim.

“Pembalap harus sadar dengan kesalahannya. Tim Yamaha dan pabrikan ingin sukses bersamanya, kami sudah berinventasi sangat banyak,” terang Jarvis.

“Apakah kami membuat kesalahan? Tentu saja. Apakah kami selalu menyediakan motor terbaik? Mungkin tidak. Namun, itulah hidup. Enam tim berpartisipasi, hanya satu yang bisa menang,” tutupnya.

Penulis: Bintang Rahmat