BolaSkor.com - Liverpool menang lagi dan pencapaian gemilang mereka berlanjut. Kemenangan tipis 1-0 di markas Norwich City membuat Liverpool sementara unggul 25 poin dari Manchester City. Artinya The Reds tinggal membutuhkan lima kemenangan untuk menjadi juara Premier League.

Liverpool yang melesat sendirian di grid depan membuat tidak sedikit yang menganggap Premier League musim ini aneh. Peta persaingan dikatakan tidak lagi ketat dan sengit. Namun apa yang terjadi di Carrow Road bisa menjadi tanda sebaliknya.

Baca Juga:

Hasil Liga Eropa: Barcelona Menang, Liverpool Jaga Catatan Tak Pernah Kalah

CEO Liverpool Bantah Isu Kepulangan Steven Gerrard ke Anfield untuk Raih Medali Premier League

Cara Jitu Liverpool Pertahankan Virgil van Dijk dari Bidikan Tim Lain

Menghadapi klub yang ada di dasar klasemen dengan selisih 58 poin, Liverpool sejatinya bisa pulang dengan tiga poin secara mudah. Kenyataannya, sepanjang laga Liverpool kesulitan melawan Norwich. Bahkan bisa dikatakan ini merupakan laga terberat yang dilakoni The Reds musim ini di Premier League.

Fakta bahwa Liverpool harus berjuang superkeras untuk mendapatkan tiga poin dari klub juru kunci, menjadi gambaran betapa meratanya kekuatan Premier League.

Saat nanti Liverpool menggaransi titel juara Premier League, dipastikan bakal muncul anggapan kesuksesan mereka tidak lepas dari kegagalan klub-klub lain. Anggapan yang bisa dipahami jika melihat performa klub lain, terutama langganan papan atas.

Secara statistik, catatan Liverpool memang memuat Premier League terlihat lemah. Tiap kali pasukan Jurgen Klopp meraih kemenangan, hingga kini sudah mencapai 17 beruntun, seakan menunjuk buruknya kualitas lawan mereka.

Total, saat ini Liverpool selalu bisa membuat gol dalam 35 laga berturut-turut di Premier Leagua, hanya kalah dari Arsenal (55 laga antara Mei 2001 dan November 2002) dan Manchester United (36 laga antara Desember 2007 dan November 2008).

Jika berhasil menghindari kekalahan dalam tujuh laga, Liverpool akan mencatat 50 laga tanpa kalah, melewati rekor Invicibles Arsenal.

Sekali lagi, semua catatan itu boleh jadi menggambarkan kurangnya persaingan dan penyebaran kekuatan di Premie League. Di sisi lain juga melukiskan betapa kuatnya Liverpool musim ini. Sepanjang musim ini, Si Merah berulang kali memperlihatkan mereka selalu mendapatkan jalan meraih kemenangan.

Secara tidak langsung, Norwich City, yang secara statistik merupakan yang terburuk di Premier League, membantu Liverpool membuktikan kekuatan mereka meski dalam kondisi sulit, terkait Badai Dennis yang melanda Inggris.

Norwich memulai laga dengan selisih 55 poin di belakang Liverpool. Sudah dipastikan Norwich tidak banyak berharap pada laga ini. Akan tetapi, di atas lapangan jalan cerita bisa saja berbeda jika tuan rumah bisa memaksimalkan banyak peluang yang didapat.

Semua Klub Jadi Rintangan

Bagi Liverpool sendiri, meski dalam kesulitan akhirnya mampu mencetak gol lewat Sadio Mane pada menit ke-78. Gol ke-100 Mane di Premier League sudah cukup untuk membawa Liverpool meraih kemenangan ke-25 dari 26 laga.

Liverpool memang seperti ada di planet berbeda. Namun, performa Norwich pada laga kemarin menjadi contoh tantangan yang harus dihadapi Liverpool untuk menjadi juara. Hal ini juga dialami para juara sebelumnya.

September lalu, pasukan Daniel Farke juga menghadirkan kejutan saat mengalahkan Man City 2-3 di Carrow Road. Mereka juga sempat menyulitkan Liverpool di Anfield meski akhirnya tuan rumah bisa menang 4-1.

Liverpool juga harus bekerja keras sebelum menekuk Crystal Palace, Aston Villa, atau Brighton. Armada Klopp memang pada akhirnya bisa keluar sebagai pemenang, akan tetapi itu semua tidak mudah didapat. Bisa dibilang, klub-klub yang berada di papan tengah dan bawah sudah memaksa Liverpool mengeluarkan seluruh kemampuan mereka, plus keberuntungan, untuk meraih kemenangan.

Liverpool memang selalu menemukan cara meraih kemenangan. Kegigihan Liverpool juga terlihat dalam satu-satunya laga yang berakhir imbang, melawan Manchester United. Kala itu Liverpool mempertontonkan kegigihan untuk menolak dikalahkan.

Jadi, di tengah banyaknya pendapat yang menyebut Premier League kehilangan kualitas dan tidak seimbang, realitas di atas lapangan menggambarkan sebaliknya.

Dan ketika nanti Liverpool mengangkat trofi juara, itu karena mereka mampu melewati setiap tantangan dan rintangan. Tantangan dan rintangan yang bahkan datang dari klub juru kunci macam Norwich City.