BolaSkor.com - Madura United hingga saat ini belum mengambil tindakan konkret menyikapi keputusan bergulirnya Liga 1 di bulan Oktober. Pasalnya kondisi COVID-19 di Jawa Timur semakin mengkhawatirkan.

Dari data terakhir, laju kasus positif provinsi yang beribukota di Surabaya ini telah menembus angka 16.000 lebih. Ini sekaligus menjadi daerah dengan pertumbuhan kasus positif yang signifikan.

"Untuk apa dikomentari? Kan jelas masih nunggu situasi pandemi ini seperti apa," ungkap Direktur Madura United, Haruna Soemitro.

Baca Juga:

Arema FC Gelar Latihan Tertutup dan Batasi Komunikasi di Tengah New Normal

Arema FC Merespons Sikap Klub yang Kini Menolak Kelanjutan Liga 1 2020

"Kalau melihat trend penambahan setiap hari sampai dengan hari ini yang justru meningkat drastis, saya justru pesimistis untuk bisa dieksekusi lanjutan kompetisi itu."

Meski telah ada edaran surat terbaru dari PT. Liga Indonesia Baru (LIB), sejatinya hal tersebut tidak sesuai dengan bunyi surat saat kompetisi dihentikan di bulan Maret. Saat itu, PSSI dan PT. LIB sepakat menunggu pencabutan situasi tanggap darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun surat terbaru yang menganulir keputusan sebelumnya mengabaikan hal tersebut.

"Dari batas waktu yang ditentukan,

lebih-lebih pihak yang berwenang dan kompeten terhadap situasi ini (BNPB) belum memberikan rekomendasi," imbuhnya.

Keputusan yang mencederai kebijakan sebelumnya tersebut membuat Laskar Sape Kerrap berpikir ulang untuk memulai latihan perdana. Madura United lantas memilih wait and see.

"Sekadar rencana boleh-boleh saja, tapi masih banyak tahap yang harus dilalui khususnya rekom BNPB. Lebih baik sama-sama ditunggu saja," pungkas Haruna. (Laporan Kontributor Bima Pamungkas/Madura)