BolaSkor.com - Manchester City menyatakan sudah melengkapi persiapan mereka menghadapi sidang banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) meski masih dalam pandemi virus corona.

Manchester City akan mengajukan banding atas sanksi larangan tampil di Liga Champions selama dua musim yang dijatuhkan Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA). Selain itu, UEFA juga menjatuhkan denda 25 juta pounds (sekitar Rp409 miliar).

Pandemi COVID-19 membuat usaha banding Manchester City ditunda sementara waktu. Awalnya, persidangan akan digelar oleh pada Mei 2020.

Baca Juga:

Manchester City Investigasi Kelakuan Tak Pantas Kyle Walker

Bek Manchester City Minta Semua Pihak Legawa jika Premier League Disetop Permanen

Manchester City Turunkan Tiga Kiper Berbeda Kontra Atalanta

Tim pengacara City menyatakan mereka sudah siap menghadapi banding meski CAS belum menetapkan waktu sidang. Besar kemungkinan City masih harus menunggu hingga paling cepat Juli mendatang.

Kondisi tersebut membuat City cemas karena posisi mereka di Liga Champions terancam. Tidak hanya itu, penundaan juga akan berpengaruh dalam aktivitas City di bursa transfer serta kontrak pemain.

"Permintaan banding kami telah dipersiapkan satu-satunya hal yang kami tunggu adalah penentuan tanggal yang telah ditunda," ujar salah satu sumber The Citizens yang dilansir dari The Mirror.

"Kami telah menangguhkan kasus ini lebih dari satu tahun dan sikap UEFA telah memperjelas bagaimana situasi saat ini harus dilakukan."

Hukuman itu dijatuhkan UEFA karena Manchester City dianggap melanggar peraturan Financial Fair Play.

Ketidakpastian membuat beberapa pemain gelisah. Salah satunya, adalah gelandang Kevin De Bruyne memikirkan kembali masa depannya di Manchester City jika banding ditolak.

Apabila Manchester City gagal mengajukan banding tentu akan menguntungkan beberapa rivalnya. Manchester United, Arsenal, serta Tottenham Hotspur siap menggantikan untuk berlaga di Liga Champions musim depan.