BolaSkor.com - Sidang perdana di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (12/6), tidak berjalan mulus. Itu karena dalam persidangan, Lawyer Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Jensen Silitonga SH menyebut, masih ada tiga pemain yang angkanya belum cocok.

Manajemen Sriwijaya FC sudah mengelontorkan dana lebih dari Rp 3 miliar, untuk membayar tunggakan gaji dan downpayment pemain Sriwijaya FC musim 2017 dan 2018.

“Marco Sandy, Sandy Firmansyah, dan Al Hadji untuk sisa pemain. Untuk ketiga pemain tersebut totalnya sekitar Rp 60 juta,” ujarnya.

Lantaran masih menyisakan tiga pemain, sesuai kesepakatan pemain yang melakukan gugatan, proses hukum akan tetap dilanjutkan. Sidang kedua rencananya bakal digelar pada 10 Juli nanti. Tapi, pihaknya mendesak agar sisa pembayaran pada tiga pemain tadi bisa diselesaikan sebelum laga perdana Sriwijaya FC yang rencananya bakal digelar 23 Juni di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Baca Juga:

Sriwijaya FC Selesaikan Sisa Tunggakan Gaji dan DP Pemain Berkat Dana Talangan

Misi Khusus Manajemen Sriwijaya FC Temui Pemilik PSM Makassar

“Jika masalah ini selesai sebelum tanggal 23 Juni, maka kita akan memberitahukan majelis hakim. Karena sudah ada perdamaian dan mencabut gugatan. Agar Sriwijaya FC bisa berkompetisi di Liga 2,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid yang hadir dalam persidangan menjelaskan, sidang ditunda karena tidak kehadiran tergugat. Hanya tergugat satu yang hadir, yaitu PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM).

“Kita sudah sampaikan ke majelis hakim bahwa sudah ada upaya perdamaian antara penggugat dengan tergugat satu. Upaya perdamaian itu sudah ada pembayaran dari SFC terhadap para mantan pemainnya. Sisa pemain yang belum terbayar dikarenakan masalah administrasi saja. Ada selisih saja karena kita bayar setengah gaji, tapi mereka minta satu bulan,” terangnya.

Sementara soal tiga pembayaran tiga pemain yang masih menyisakan Rp 60 juta, Faisal menyebut itu hanya selisih perhitungan saja. “Hanya ada sisa selisih penghitungan. Itu tadi, karena ada perbedaan angka penghitungan verifikasi. Tapi itu akan secepatnya kita selesaikan. Kita selaku tergugat akan melakukan upaya perdamaian dengan pengacara APPI, sehingga ini bisa secepatnya selesai,” tandasnya. (Laporan Kontributor Dzakira/Palembang)