BolaSkor.com - Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, menjawab dua pilihan antara menjadi Ketua Umum (Ketum) PSSI atau pelatih Timnas Indonesia Senior. Ia memilih jadi pelatih Timnas Indonesia Senior.

Indra Sjafri menjadi pelatih yang kenyang pengalaman bersama Timnas Indonesia kelompok umur. Pelatih asal Sumatera Barat ini sudah menjadi pelatih Timnas Indonesia U-16 (2011), Timnas Indonesia U-19 (2012-2018), dan Timnas Indonesia U-23 (2019).

Satu keinginannya yang belu tercapai adalah melatih Timnas Indonesia Senior. Meski begitu, ia nyaman dengan posisinya saat ini sebagai Direktur Teknik PSSI.

Baca Juga:

PSSI Putuskan Kompetisi Lanjut, Kemenpora: Keputusan Akhir Ada di Tangan Gugus Tugas

Hanya Atlet Pelatnas, Kemenpora Tak Bisa Fasilitasi Tes PCR untuk Kelanjutan Kompetisi

"Lebih berat (jadi direktur teknik) tapi lebih stres pelatih Timnas. Kalau banyaknya pekerjaan, menjadi dirtek. Kalau lebih stres, menjadi pelatih timnas," imbuh Indra Sjafri.

"Jadi modal itu menjadi modal untuk bisa bekerja sebagai dirtek. Pengalaman blusukan ke daerah, kantong-kantong potensi lalu infrastruktur dan sebagainya. Terakhir bisa mengukur sepak bola Indonesia dibandingkan negara Eropa. Dari ukuran itu, apa yang bisa diperbaiki. Itu modalnya."

"(Saya) nyaman di semua tempat, mau di mana pun. Saya punya basic kepelatihan dari usia U-16, U17, U-18, terakhir U-23. Senior yang belum nih, doakan saja," ucap Indra Sjafri dikutip dari Youtube Hanif & Rendy Show, Jumat (19/6).

Saat pada pertanyaan cepat dalam segmen Youtube Hanif & Rendy Show, Indra Sjafri lebih memilih menjadi pelatih Timnas Indonesia Senior ketimbang Ketum PSSI.

"Karena itu (pelatih Timnas Senior) yang belum pernah dicoba, dari sisi kepelatihan. U-16, U-19 dan U-23 sudah. Selangkah lagi nih. Setelah itu baru komplit," sambungnya.