BolaSkor.com - Kursi kepemimpinan PSSI saat ini masih menjadi perebutan banyak orang. Banyak yang menilai jabatan Ketua Umum (Ketum) PSSI akan terus menjadi primadona bagi para politisi sampai penjabat kepolisian. Mereka pun tertarik untuk bisa menjadi orang nomor satu yang mengurus sepak bola Indonesia.

Memang, sejak Maret lalu, kursi Ketum PSSI lowong lantaran pengganti Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri. Lalu Joko Driyono yang menggantikan ditangkap oleh Satuan Tugas Antimafia Bola, karena terbukti menjadi tersangka pengerusakan barang bukti. Selepas itu, Iwan Budianto naik menjadi Pelaksana Tugas (PLT) Ketum PSSI.

Pertangahan 2019 lalu, setelah mengadakan kongres tahunan, PSSI kembali menggelar Kongres Luar Biasa KLB diadakan pada 27 Juli 2019. KLB tersebut menghasilkan beberapa keputusan meliputi pengesahan revisi Statuta PSSI, pengesahan revisi kode pemilihan PSSI, dan menetapkan Komite Pemilihan (KP) serta Komite Banding Pemilihan (KBP).

Baca Juga:

Calon Ketua Umum PSSI: Luis Milla Pelatih Gagal

Calon Ketua Umum PSSI: Juara di Piala AFF 2020 Tak Pantas Jadi Target Timnas Indonesia

Layaknya Komite Pemilihan Umum (KPU) pada pemilihan umum (pemilu) tugas KP dan KBP adalah mempersiapkan, merancang, dan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan PSSI untuk menentukan ketum, waketum, dan anggota Komite Eksekutif (Exco) yang baru. Nantinya KLB tersebut akan dilakukan pada 2 November 2019.

Pada artikel ini BolaSkor.com akan menjabarkan 11 calon ketua umum yang bersaing untuk bisa menjadi Ketum PSSI pada periode 2019-2023:

1. Aven Hinelo

Aven Hinelo. (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)

Namanya memang terdengar asing untuk pada pecinta sepak bola Tanah Air. Tapi siapa sangka, ia merupakan mantan Asisten Manajer Persigo Gorontalo era 2010. Bahkan pada tahun 2011 silam, ia pernah mencalonkan diri sebagai Anggota Exco PSSI, sayangnya pada kesempatan tersebut ia gagal.

Untuk mejadi Ketum PSSI, ia memiliki program unggulan untuk bisa menbawa Timnas Indonesia bermain di Piala Dunia tahun 2026. Selain itu, ia juga ingin mengedukasi para suporter agar bisa jadi lebih baik lagi.

Visi:
Memastikan prestasi sepak bola sesuai dengan semangat nawacita bersinergi dengan pemerintah

Misi:
Lolos Piala Dunia 2026, Meloloskan Indonesia maksimal semifinal Piala Asia dan kembali juara SEA Games. Tata kelola kompetisi yang lebih profesional, jaminan hak kepada klub lancar, pembinaan usia muda, transparansi dana, kursus kepelatihan gratis, pembangunan kantor PSSI, dan mewadahi suporter.

2. Arif Putra Wicaksono

Arif Putra Wicaksono. (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)

Chief Executive Officer (CEO) Nine Sport ini tidak kapok bersaing untuk bisa menjadi Ketum PSSI. Sebelumnya ia pernah mencalonkan diri pada periode sebelumnya, namun karena tidak gagal verifikasi, ia pun gagal sebagai calon Ketum PSSI.

Kini ketika lolos, ia ingin memberikan perubahan untuk PSSI. Program yang menjadi unggulannya ialah Penerapan Video Assistant Referee (VAR), Club Licensing dan pengelolaan suporter. "Club licensing itu berasal dari FIFA. Sebenarnya, ini produk lama atau program FIFA dari dulu. Cuma sampai saat ini, belum diaplikasikan dengan benar di Indonesia," kata Arif.

Visi:
Bersama menumbuhkan sepak bola

Misi:
Membangun koperasi suporter (Ultras 2.0), membangun sistem klub di Indonesia (Club 2.0), club licensing, dan Menyediakan VAR di Indonesia.

Baca Juga:

Calon Ketua Umum PSSI: Nama Sven-Goran dan Frank Rijkaard Dimunculkan untuk Bantu Timnas Indonesia

Calon Ketua Umum PSSI: Arif Putra Wicaksono Siap Andalkan Link dengan 25 Klub Luar

3. Benhard Limbong

Benhard Limbong. (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)

Pria yang merupakan purnawirawan TNI inibukan nama baru di kancah persepakbolaan Indonesia. Direktur Induk Koperasi TNI AD itu pernah didapuk sebagai Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pada 2012 dan Penanggung Jawab Timnas Indonesia era ketum Djohar Arifin di tahun yang sama.

Sebelumnya, Bernhard juga pernah maju dalam bursa ketum pada 2016. Namun, ia kalah bersaing dari Edy Rahmayadi. Bahkan, tak ada yang memilih Bernhard kala itu.

Kini dengan mengusung misi menjadikan Timnas Indonesia bebas dari pemain naturalisasi ia maju untuk bisa meraih kursi panas sepak bola Indonesia tersebut.

Visi:
Menjadikan PSSI yang lebih maju lagi dan meniru Federasi Australia yang mundur 20 langkah untuk bisa maju 25 langkah.

Misi:
Menghapus sistem naturalisasi yang ada di Indonesia dan prioritaskan talenta muda yang ada di Indonesia.

4. Benny Erwin

Benny Erwin. (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)

Mantan Direktur Utama PT Persija Jaya ini merupakan satu dari beberepa orang lama yang ingin merebut kursi sepak bola nomor satu di Indonesia.

Benny Erwin pernah bersaing pada tahun 2015 lalu mewakili Asosiasi Provinsi (Asprov) DKI untuk posisi Exco pada KLB 2015, namun, kalah perolehan suara dari Gusti Randa.

Kini, mantan Sekretaris Umum (Sekum) Persija itu memberanikan diri untuk maju dengan membidik kursi nomor satu di PSSI.

Visi:
Membangun industri sepak bola Indonesia menuju prestasi dunia dengan profesional dengan semangat kebangsaan, profesional, berintegritas.

Misi:
Organisasi lebih profesional dan berintegritas, membangun industri sepak bola berorientasi pasa, pembinaan usia muda sebagai dasar membangun Timnas Indonesia, Bersama pemerintah daerah membangun infrastruktur.

5. Fary Djemi Francis

Farry Djemi Fransis. (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)

Fary Djemi Francis dikenal sebagai penggerak sepak bola di perbatasan. Bahkan ia pernah mendapatkan pengharagaan sebagai orang yang peduli dengan sepak bola di perbatansan. Pada struktur kepengurusan PSSI periode 2016-2019, Fary adalah Ketua Departemen Sport Intelligent PSSI.

Mengusung visi membangun sepak bola dengan cinta ia ingin menjadikan sepak bola Indonesia lebih baik lagi. Bahkan ketika pemaparan, visi dan misi ia ingin mendatangkan Sven Goran Erikson untuk bisa membangun sepak bola di Indonesia.

Visi:
Menjadikan sepak bola itu seperti cinta

Misi:
Membangun sepak bola dan fokus usia dini, Membangun rumah PSSI, Membangun Timnas Indonesia yang konseptual.

Video Anak Gawang Mencari Orang Nomor Satu PSSI: