BolaSkor.com - Ketika Manchester City dan Liverpool bersaing ketat di Premier League 2021-2022, yang pada akhirnya dimenangi City, kedua tim itu memperlihatkan level permainan berbeda dari 18 tim lainnya.

Jarak itu sudah jauh saat ini dengan adanya skuad berkualitas di tiap lini, yang diracik sempurna oleh dua pelatih top, Pep Guardiola dan Jurgen Klopp. Jarak itu pun ingin dipertahankan kedua tim tersebut.

Langkah itu dimulai di bursa transfer musim panas 2022. Man City mengamankan servis Julian Alvarez dan Erling Haaland, sementara Liverpool merekrut Fabio Carvalho dan Darwin Nunez.

Erling Haaland dan Darwin Nunez jadi sorotan. Man City mengaktifkan klausul pembelian Haaland dari Borussia Dortmund sebesar 60 juta euro dan mengontraknya hingga Juni 2027.

Baca Juga:

Kandidat Pemain Terbaik Premier League Versi PFA, Tiga Pemain Liverpool Masuk Nominasi

8.035 Hari Berselang, Haaland Kembali Membela Manchester City

Erling Haaland Sosok Pemain yang Dibutuhkan Manchester City

Sementara Nunez direkrut dari Benfica dengan kesepakatan total 100 juta euro, 75 juta euro transfer dan 25 juta euro bonus dengan variabel tertentu. Keduanya sama-sama penyerang muda dan prospek panas di Eropa.

Haaland baru berusia 21 tahun dan Nunez berumur 22 tahun. Keduanya punya gaya main berbeda. Haaland, meski bertubuh tinggi, punya kecepatan dan penyelesaian akhir bagus. Nunez juga penyerang yang gigih dan memiliki penyelesaian akhir.

Haaland penyerang yang lebih direct atau langsung melakukan penetrasi ke kotak penalti lawan untuk mencetak gol, menerima peluang dari rekan setim, lalu Nunez beroperasi mencari celah dan lebih banyak bergerak di area sayap seperti Sadio Mane.

Itu baru sedikit perbandingan dari segi gaya main. Bagaimana dengan statistik keduanya?

Musim 2021-2022

Dortmund mengalami inkonsistensi performa dan Haaland sempat diganggu cedera hingga jarang main. Tapi Nunez membawa Benfica mencapai perempat final Liga Champions, mencetak dua gol ke gawang Liverpool sebelum kalah.

Gaya main Dortmund dan Benfica berbeda. Kendati demikian ketajaman keduanya tetap terjaga dalam urusan mencetak gol. Dilansir dari SI perbandingan statistik keduanya menarik, dengan perbedaan tipis.

Dimulai dari Nunez. Penyerang asal Uruguay melesakkan 26 gol di liga (total 34 gol di seluruh kompetisi) dari 28 penampilan, memberikan empat assists. Per 90 menit laga Nunez melepaskan rata-rata tiga tendangan, operan sukses 66,8 persen, operan kunci 0,9, dan 50 persen punya dribel sukses melewati lawan.

Menit per gol yang dilesakkan Nunez sebanyak 76,5 dan menciptakan peluang 1,4 per 90 menit, serta 66,6 menit per gol atau assist.

Lalu untuk Haaland dia melesakkan 22 gol dari 24 penampilan di Bundesliga, total mencetak 29 gol di seluruh kompetisi. Serta memberikan tujuh assists dengan rata-rata 3,3 tendangan per 90 menit, serta operan kunci sebesar 70,7 persen.

Tingkat kesuksesan striker timnas Norwegia dalam mendribel bola juga mencapai 53,8 persen per laga, menciptakan satu peluang per 90 menit dan juga 86,8 catatan menit per gol dan 62,5 catatan menit per gol atau assist.

Catatan dari statistik itu memperlihatkan kedua pemain punya kemampuan yang tak jauh berbeda. Menarik melihat Haaland dan Nunez beradaptasi di Premier League serta gaya main masing-masing di Man City dan Liverpool.