BolaSkor.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali meminta kepada PSSI untuk bisa lebih memperhatikan nasib pemain dan wasit di tengah pandemi Virus Corona (COVID-19).

PSSI secara resmi telah memberhentikan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 karena wabah Virus Corona sampai dengan 29 Mei dengan status force majeur. Tidak hanya itu saja, PSSI juga memberikan kebijakan kepada tim untuk membayar gaji pemain hanya 25 persen dari kontrak pada Maret sampai dengan Juni.

Kendati membuat kebijakan tersebut, tapi ada beberapa tim yang tidak mengikuti apa yang telah dibuat PSSI. Salah satunya Persita Tangerang. Persita hanya membayar gaji pemain sebesar 10 persen pada bulan April sampai dengan Juni, meskipun bulan Maret mereka membayar penuh gaji pemain.

Baca Juga:

Menpora Harap Saddil Ramdani Bisa Menjaga Nama Baik ke Depannya

Menpora Sebut Akan Kebut Persiapan Piala Dunia U-20 2021 jika Covid-19 Selesai

“Soal Liga yang terhenti, pemerintah tak bisa masuk terlalu jauh karena ada aturan masing-masing dari federasi. Kami hanya komunikasi dan minta tolong diperhatikan agar kepentingan atlet dan wasit jangan sampai terlalu dikorbankan," kata Zainudin Amali.

"Kalau masalah ada pengorbanan pasti mereka paham, secara tertulis untuk PSSI kan sudah sampaikan surat tinggal bagaimana ke depannya," tambahnya.

Zainudin menambahkan saat ini kompetisi Liga 1 sudah dikelola dengan sangat baik. Ia yakin ada klausul yang tertulis dalam kontrak terkait dengan status force majeur ini.

“Federasi punya tanggung jawab untuk mengawasi itu. Dari PSSI saya kira punya lembaga kalau ada apa-apa bisa dilaporkan ke sana. Kami sebagai pemerintah mengawasi sekaligus mengimbau, di mana batas-batas kita bisa masuk karena itu jadi urusan rumah tangga federasi,” pungkasnya.