BolaSkor.com - Pada akhirnya Manchester City hanya bertarung merebutkan titel domestik menjelang akhir musim 2021-2022. The Citizens gagal melaju ke final Liga Champions dan disingkirkan Real Madrid di semifinal.

Manchester City kalah agregat gol 5-6 dari Madrid yang kalah 3-4 di leg pertama namun menang dramatis di leg dua. Selepas laga itu dua legenda Manchester United yang jadi pandit sepak bola, Dimitar Berbatov dan Patrice Evra, mengkritik mentalitas City.

Menurut Berbatov City tak punya mentalitas juara dengan mindset kecil hingga kalah dari Madrid, yang memenangi Liga Champions 13 kali, sementara Evra menilai Pep Guardiola melatih klub seperti ia bermain PlayStation dan tak punya rencana cadangan kala situasi tak berjalan semestinya.

Tak butuh waktu lama bagi Guardiola membalas kritikan itu, mengingatkan kepada mereka akan final Liga Champions di kala Barcelona mengalahkan Man United dua kali.

Baca Juga:

Kandidat Pemenang Manajer, Pemain, dan Pemuda Terbaik Premier League 2021-2022

Gabriel Jesus dan Youri Tielemans Masuk Daftar Belanja Arsenal

Bergabungnya Haaland Tak Garansi Manchester City Raih Banyak Gelar

"Jawabannya sangat mudah - ini adalah karakter dan kepribadian yang sama yang kami hilangkan di Madrid dalam beberapa menit terakhir," kata Guardiola kepada wartawan seperti dilansir dari Goal.

“Mantan pemain spesialis, seperti Berbatov dan Seedorf, Patrice Evra dan orang-orang seperti ini, mereka tidak ada di sana."

“Saya bermain melawan mereka dan ketika saya bermain melawan mereka, saya tidak melihat kepribadian seperti ini ketika kami (Barcelona) menghancurkan mereka di final Liga Champions vs Manchester United."

Guardiola pun tak setuju jika Man City disebut tak punya mentalitas, sebab dalam beberapa musim terakhir mereka memenangi Premier League dan terus melaju jauh di Liga Champions.

“Itu karakter dan kepribadian yang sama. Kami tidak memiliki kepribadian karena kami kebobolan dua gol dalam dua menit ketika kami memiliki dua peluang untuk mencetak gol dan kami tidak memiliki kepribadian," imbuh Guardiola.

“Setelah empat pertandingan terakhir, kami mencetak 22 gol, kami memiliki kepribadian yang luar biasa. Saya minta maaf, tetapi saya sepenuhnya tidak setuju tentang ini."

“Kepribadian adalah apa yang telah kami lakukan dalam lima tahun terakhir, setiap tiga hari di semua kompetisi. Ini penting."

“Mungkin Liverpool memenangkan keempat gelar, mungkin mereka hanya memenangkan satu, saya tidak tahu tetapi Anda mengatakan mereka tidak memiliki kepribadian, karakter, mereka tidak melakukan musim yang luar biasa?"

“Bahkan ketika mereka kehilangan Premier League dengan satu atau dua poin melawan kami, mereka tidak memiliki musim yang buruk? Mereka tidak memiliki karakter atau kepribadian?"

“Tentu saja mereka punya, tentu saja mereka bagus. Terkadang sepak bola terjadi. Anda tidak bisa mengendalikannya, emosi, banyak hal. Ketika kami terus-menerus tiba di tahap akhir, semifinal, final empat atau lima tahun terakhir."

"Ini chapeau, ini luar biasa, karena kami tiba sampai akhir, banyak pertandingan, lolos, bermain bagus, ini yang terpenting," urai dia.