BolaSkor.com - Dalam skuat bertabur bintang dan mewah PSG (Paris Saint-Germain) ada satu nama menarik yang bisa jadi tak diketahui banyak orang. Dia adalah bek kiri berusia 20 tahun, Mitchel Bakker, yang sudah dipercaya bermain Thomas Tuchel di beberapa laga PSG musim ini.

Satu hal menarik darinya adalah pemain kelahiran Purmerend, 20 Juni 2000 berpaspor Belanda dan produk akademi Ajax Amsterdam. Ketika Bakker bisa mengembangkan kariernya di Ajax ia justru membuat keputusan berani merantau ke Prancis.

Sudah bukan rahasia lagi jika Ajax merupakan klub sepak bola di Eropa yang ideal bagi pemain-pemain muda berkembang. Kepercayaan mereka kepada pemain muda sudah tak diragukan lagi.

Tengok saja beberapa jebolan akademi mereka yang bersinar di sana seperti: Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong, Wesley Sneijder, Christian Eriksen, dan banyak lagi. Sebagian besar di antara mereka berkembang dan kemudian pindah ke klub top Eropa lainnya untuk meraih sukses.

Baca Juga:

Juara Piala Liga Prancis, Hegemoni PSG di Prancis Belum Terusik

Kylian Mbappe Cedera, Pelatih Atalanta Tak Ingin Tersenyum di Atas Penderitaan Orang Lain

Duka di Balik Sukacita PSG Raih Gelar Coupe de France

Mitchel Bakker bersama Ajax Amsterdam

Tak ayal keputusan Bakker menolak tawaran perpanjangan kontrak Ajax pada Januari 2019 terbilang unik. Alih-alih mengembangkan kariernya terlebih dahulu di sana Bakker memilih jalur yang tidak mudah dan memutuskan gabung PSG dengan status bebas transfer.

Tidak mudah mengambil keputusan itu dalam skuat PSG arahan Thomas Tuchel yang bertabur bintang. Belum lagi untuk posisi bek kiri sudah ada Juan Bernat dan Layvin Kurzawa yang bersaing untuk merebutkannya.

Akan tapi PSG berhasil diyakinkan oleh agen sang pemain untuk merekrutnya. Agen itu bukan agen biasa melainkan Mino Raiola, nama yang sudah terkenal seantero Eropa. Jika Raiola sudah menjadi agennya sudah tentu Bakker bukan pemain biasa.

Kecepatan menjadi nilai lebihnya selain kemampuan teknis bagus ketika mengontrol bola. Perlahan melalui kerja keras Bakker mampu meluluhkan hati Tuchel untuk memainkannya di tim utama.

Berawal dari cameo selama 19 menit kala PSG melawan Pau FC di Coupe de France, Bakker memainkan laga debut penuh selama 90 menit di Ligue 1 kala PSG menang 6-1 atas lawannya.

Mitchel Bakker mulai mendapatkan kepercayaan dari Thomas Tuchel

Berakhirnya Ligue 1 2019-20 dengan munculnya PSG sebagai juara karena pandemi virus corona sempat menunda perkembangan Bakker. Akan tapi Tuchel tetap memercayainya.

Itu bisa dilihat ketika Bakker bermain di laga uji coba melawan Le Havre, Waasland-Beveren, dan Celtic, hingga ia bermain di final Coupe de France kontra AS Saint-Etienne dan menjadi starter.

Teranyar Bakker juga menjadi starter kala PSG juara Coupe de la Ligue kontra Olympique Lyonnais (laga dimenangi PSG via drama adu penalti). Menilik perkembangan itu Marca memprediksi cepat atau lambat Bakker bisa mengancam posisi Juan Bernat untuk bek kiri PSG.

"Dia (Bakker) sangat kuat secara fisik, cepat, dan bagus kala mengontrol bola. Satu-satunya masalah adalah dia sedikit ceroboh. Saya selalu menyebutnya sedikit keonaran," tutur Gery Vink, eks pelatih Bakker di tim muda Ajax.

"Meski begitu Mitchel jelas menjadi penghubung penting di tim kami, kekuatan bernilai tinggi yang dipenuhi talenta. Dia punya yang dibutuhkan untuk menembus puncak. Itulah mengapa saya sedih dia tak lagi bermain untuk Ajax."