BolaSkor.com - Jauh sebelum berperan sebagai manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong pernah menjadi sosok lawan atau musuh bagi skuat Garuda. Rubah Tanah, julukan Shin Tae-yong bahkan sempat menjadi momok Timnas Indonesia.

Itu terjadi pada 24 Maret 1991. Shin Tae-yong masuk dalam skuat Timnas Korea Selatan U-23 yang dipersiapkan untuk Olimpiade Barcelona 1992.

Shin Tae-yong kala itu berstatus pemain dari Yeungnam University dan berusia 20 tahun. Ia ikut memperkuat Timnas U-23 setelah lebih dulu dipakai di Timnas U-20 dan Timnas U-17 di Piala Dunia U-17 1987 di Kanada.

Baca Juga:

Dettmar Cramer, Bapak Sepak Bola Jepang dan Mentor bagi Shin Tae-yong

Eksklusif Shin Tae-yong: Nazar Unik Pakai Baju Gulat bersama Seongnam Ilhwa

Shin Tae-yong diturunkan sejak awal oleh pelatih saat itu Kim Sam-rak dalam laga persahabatan melawan Timnas Indonesia U-23 di Stadion Masan pada 24 Maret.

Adapun starting awal Timnas Indonesia U-23 diisi Priwanto, Nil Maizar, Heriansyah, Toyo Hartono, Aji Santoso, Agung Setyabudi, Saituman, Aji Priyanto, Widodo C Putra, Rochy Putiray, Zulkarnain. Timnas Indonesia U-23 yang dipersiapkan untuk Kualifikasi Olimpiade 1992 dipegang Iswadi Idris.

Shin Tae-yong yang berposisi sebagai gelandang membuka keunggulan ketika laga berjalan lima menit. "Dihadiri 10 ribu penonton, Shin Tae-yong dari tim Olimpiade menusuk ke dalam area gawang sebelah kiri, menembak langsung dari depan, dan memulai skor besar-besaran," tulis Busan dalam pemberitaannya.

Na Seung-hwa membuat keunggulan menjadi 2-0 lewat gol menit kesembilan. Keunggulan 2-0 menutup babak pertama.

Shin Tae-yong. (Sports Seoul)

Skor menjadi 3-0 lewat gol Noh Jung-yoon pada menit ke-51. Shin Tae-yong mencatatkan nama untuk kedua kali lewat gol menit ke-52 sebelum pesta gol ditutup Kwak Kyung-geun pada menit ke-57.

"Ini adalah pertandingan, di mana kami seharusnya bisa mencetak 7-8 gol," kata Kim Sam-rak.

"Tim Korea jauh lebih baik dari yang saya kira. Pertandingan melawan Malaysia terdapat beberapa peluang untuk mencetak gol, tetapi tidak di laga ini. Tim Korea jauh lebih baik dari Malaysia," nilai Iswadi Idris.

Busan menilai bahwa Timnas Indonesia tidak bermain baik. Bahkan levelnya seperti tim di bawah tingkat sekolah menengah.

"Dalam jumlah tembakan, tim Olimpiade mendominasi dengan 14-1 di paruh pertama dan 12-1 di paruh kedua," tulis media tersebut.

Timnas Korea Selatan U-23 menghadapi Indonesia lagi dalam uji coba kedua pada 26 Maret di Stadion Gooduk, Busan. Perubahan besar dilakukan Kim Sam-rak dan Shin Tae-yong tidak diturunkan sesuai yang dicatat RSSSF.

Baca Juga:

Eksklusif Shin Tae-yong: Rahasia Hubungan Handie Talkie dengan Timnas Indonesia U-19

Wawancara Eksklusif Shin Tae-yong: Penerapan Formasi 4-4-2 hingga Pembatasan Media Sosial

Adapun Iswadi Idris memainkan Priwanto, Toyo Hartono, Nil Maizar, Heriansyah, Agung Setyabudi, Aji Santoso, Aji Priyanto, Khusairi, Widodo Putra, Zulkarnain, Agusuanto.

Korea Selatan menang dengan skor 3-1, di mana tiga gol dibuat Kwon Tae-kyu (17', 28') dan Kwak Kyung-geun (77'). Sementara satu gol Timnas Indonesia U-23 dicetak Nil Maizar (57').

"Timnas Korea punya masalah di lini belakang, karena ada celah dalam serangan tiba-tiba Indonesia, tulis MBC.

Timnas Indonesia U-23 menjadi lawan awal dalam proses evaluasi skuat Korea Selatan untuk Olimpiade. Skuat Indonesia diundang Federasi Sepak Bola Korea (KFA) karena dianggap memiliki kemiripan dengan Malaysia, Thailand, Bangladesh, yang jadi lawan Korea Selatan di Grup D babak Kualifikasi Olimpiade 1992.

Pada April 1991, Timnas Korea U-23 menjajal Amerika Serikat dan menang 2-1 dan 2-0. Sedangkan menghadapi Kanada menang 3-0 dan 1-0 sebelum membuka kiprah di babak kualifikasi menghadapi Filipina.