BolaSkor.com - Sejarah kelam sempat mewarnai sepak bola Italia pada 11 November 2007. Pada hari itu, seorang suporter Lazio bernama Gabriele Sandri tewas terkena peluru nyasar polisi.

Meski terkesan sebagai sebuah kecelakaan, insiden tersebut nyatanya memberikan dampak yang sangat besar. Bahkan ini menjadi momentum persatuan berbagai ultras di Italia yang terkenal saling bermusuhan.

Tragedi itu berawal saat Sandri bersama suporter Lazio lain berangkat ke Turin untuk menemani tim pujaannya bertandang ke markas Juventus dalam lanjutan Serie A. Rombongan sempat berhenti di sebuah tempat peristirahatan bernama Badia al Pino di kota Arezzo.

Baca Juga:

Banding Ditolak, Napoli Memang Tak Berniat Tampil Kontra Juventus

Jurnalis Italia: Antonio Conte Tidak Akan Dipenjara jika Tinggalkan Formasi 3-5-2

Tiga Kali Gagal, Zlatan Ibrahimovic Akan Lepas Tugas Algojo Penalti

Gabriele Sandri

Di sinilah rombongan suporter Lazio bertemu dengan rombongan suporter Juventus. Perkalian kedua kelompok pun tak terhindarkan.

Perkelahian antar suporter ini tak berlangsung lama. Polisi patroli segera tiba dan melepaskan tembakan peringatan.

Ironisnya, salah satu polisi patroli bernama Luigi Spaccarotella bertindak ceroboh. Salah satu tembakannya tidak ditembakkan ke atas, tetapi melesat ke leher Sandri yang tengagh berada di dalam mobil.

Akibatnya, Sandri langsung kehilangan nyawanya pada saat itu juga. Laga Juventus kontra Lazio pada sore harinya terpaksa ditunda.

Namun kematian Sandri meluapkan amarah dari para ultras di seluruh Italia terhadap polisi. Sejumlah laga Serie A lain yang tetap digelar diwarnai kerusuhan.

Tiga hari usai tragedi itu, jasad Sandri dimakamkan di Piazza Baldunia. Sekitar 5.000 suporter termasuk para ultras dari berbagai klub turut hadir mengantar kepergiannya.

Koreografi suporter Inter Milan untuk Gabriele Sandri

Hal ini tentu menjadi pemandangan langka nan bersejarah. Sejak muncul pada medio 1960-an, citra ultras digambarkan sebagai kelompok yang suka bikin onar.

Tak sampai di situ, sejumlah ultras juga memberikan tribut khusus kepada Sandri lewat koreografi atau spanduk saat mendukung klub pujaannya berlaga. Sementara suporter Lazio mengganti nama tribun curva Nord stadion Olimpico menjadi Curva Nord Gabriele Sandri dan mengosongkan satu bangkunya.

Spaccarotella awalnya divonis hukuman penjara selama enam tahun akibat kelalaiannya. Namun pengadilan menambahnya menjadi 9 tahun 4 bulan.